Showing posts with label Noah. Show all posts
Showing posts with label Noah. Show all posts

Saturday

Kisah anak-anak "Langit" dan "Bumi"



Setelah melanglang buana membuat koloni dan mempetakan benda-benda di luar angkasa akhirnya sebagian keturunan Nabi Adam AS kembali ke bumi. Penduduk lokal di bumi melihat mereka datang dari langit dengan kereta terbang yang memancarkan cahaya lebih terang dari cahaya matahari. Para keturunan Adam tersebut mengatakan kepada penduduk lokal di bumi bahwa mereka datang dari langit tapi pada awalnya mereka juga berasal dari bumi, karena itu dalam legenda penduduk lokal di bumi dikatakan mereka adalah anak-anak langit dan bumi. Dengan teknologinya para keturunan Adam tersebut membantu membangun peradaban penduduk lokal, setelah selesai para keturunan Adam tersebut kembali ke langit tapi dengan pesan bahwa mereka akan kembali lagi. Penduduk lokal di bumi pun akhirnya mengingat Para Keturunan Adam tersebut sebagai dewa-dewa yang merupakan anak-anak Langit dan Bumi.
Walaupun cerita di atas hanya skenario rekaan belaka namun tidak menutup kemungkinan cerita itu mungkin benar terjadi.

Kalau kita lihat di hampir seluruh penjuru bumi terdapat mitologi mengenai anak-anak langit dan bumi :

1.Osiris, Isis, Set, Nephthys = anak2 Geb (Bumi) dan Nut (Langit) - Mitologi Mesir

2.Cyclops, Hekatonkheires, Titans = anak2 Uranus(Langit) dan Gaea (Bumi) - Mitologi Yunani

3.Indra , Agni, Ushas = anak2 Dyaus Pitar (Langit) dan Prithvi Mata (Bumi) - Mitologi India

4.Anunaki = anak2 Anu (Langit) dan Ki (Bumi) - Mitologi Sumeria, Akadia, Babilonia

Di Nusantara di pulau Jawa juga terdapat ungkapan "Bapak Angkasa dan Ibu Bumi", selain itu di Baruppu (Sulawesi) ada kepercayaan leluhur mereka adalah Ta'dung Langit dan Dewi Kesuburan Bumi.

Juga terdapat dalam "Book of Enoch" :
http://www.struggler.org/Giants.html
It happened that when in those days the sons of men increased, pretty and attractive daughters were born to them. The Watchers, sons of the sky, saw them and lusted for them and said to each other: Let's go and pick out women from among the daughters of men and sire for ourselves sons.

Dan versi yang mirip juga terdapat dalam Bible :
http://www.vatican.va/archive/bible/genesis/documents/bible_genesis_en.html Bible Genesis 6:1-13 [6:1] When people began to multiply on the face of the ground, and daughters were born to them, [6:2] the sons of God saw that they were fair; and they took wives for themselves of all that they chose.

Perlu ditegaskan bahwa para anak-anak langit dan bumi ini bukanlah dewa, malaikat ataupun alien dari luar bumi. Kenyataan bahwa mereka bisa mengadakan perkawinan dengan manusia bumi membuktikan kedekatan genetik antara mereka dan manusia bumi.
Bahkan di jaman yunani kuno pun banyak yang sudah menyadari bahwa para dewa dan para manusia biasa itu sebenarnya bersaudara dan berasal dari satu keturunan.

Pindar seorang penyair yunani (522-443 SM) dalam Nemean Ode ke-6 menyatakan bahwa : "Ada satu ras manusia, satu ras dewa, keduanya berasal dari satu ibu. Tapi sebuah kekuatan memecah kita, sehingga satu pihak tidak mencapai apapun, sedangkan pihak yang lain mencapai kemajuan setinggi langit dan berhasil membuat kota-kota abadi".

http://books.google.com/books?id=ouOmOC6Z1HkC&pg=PA22
 "There is one/race of men, one race of gods; both have breath/of life from a single mother. But sundered power/holds us divided, so that one side is nothing, while on the other the brazen sky is established/a sure citadel forever..."

Hal yang sama juga dinyatakan oleh Hesiod yang juga seorang penyair yunani (750-650 SM) dalam karyanya "Works and Days" : "Bahwa para dewa dan para manusia biasa berasal dari satu keturunan ... ".

http://books.google.com/books?id=ouOmOC6Z1HkC&pg=PA23
"how the gods and mortal men sprang from one source..."

Ini juga mungkin berhubungan dengan kisah wahana terbang Vimana dimana Javana adalah nama kaum pembuat wahana terbang Vimana.

Siapakah para pembuat Vimana? Menurut beberapa teks india kuno para pembuat vimana adalah para yavana. Dan siapakah para yavana itu? Banyak orang mengatakan mereka adalah orang-orang yunani kuno. Bahkan kata "yunani" di Indonesia itu berasal dari kata sanskrit Yona yang juga merepresentasikan para yavana. Para peneliti menduga para Yavana adalah kaum Ionians yang menetap di Yunani Bagian Timur, ini berdasarkan referensi bible dimana dalam bahasa Ibrani arti kata Yavana adalah "Yunani". Leluhur kaum Ionians adalah Ion yang merupakan anak dari Apollo. Kalau ditelusuri lagi para Yavana ini kemungkinan merupakan keturunan Javan salah satu anak Japheth (Yafits bin Nuh). Japheth di mitologi yunani adalah Iapetus dan memang bangsa Yunani menganggap Iapetus sebagai nenek moyang mereka. Japheth di mitologi India kemungkinan adalah Dyaus Pita atau Bapak Langit ini kemungkinan ada hubungannya juga dengan wahana terbang.

http://books.google.com.sg/books?id=kUy8RIr2MMAC&pg=PA123
http://books.google.com.sg/books?id=MhY5IcjhV38C&pg=PA89
http://www.newworldencyclopedia.org/entry/Yona
http://www.reocities.com/age_of_giants/ancient_technology/aircraft_india.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Yavana
http://en.wikipedia.org/wiki/Vimana
http://www.abovetopsecret.com/forum/thread925290/pg1
http://en.wikipedia.org/wiki/Japheth
http://en.wikipedia.org/wiki/Javan

Dalam artikel "Peradaban manusia kemungkinan sudah berusia trilyunan tahun" sudah dikemukakan mengenai kemungkinan peradaban manusia jauh lebih tua dari yang diperkirakan mainstream science selama ini. Jadi sangat mungkin milyaran atau bahkan trilyunan tahun yang lalu keturunan Nabi Adam AS sudah bisa membuat pesawat luar angkasa dan mendirikan koloni-koloni di luar bumi.



Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (QS. Al An'aam, 6: 6)

Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (QS. Qaaf, : 36-37)


Dan orang yang sebelum mereka telah mendustakan, sedangkan mereka (yang sekarang) tidak mencapai satu persepuluh daripada apa yang telah Kami (Allah) berikan kepada mereka (orang yang terdahulu). (Qs. Saba’ ayat 45)


Di Al Qur'an dikatakan bahwa peradaban manusia pada jaman dahulu sudah sangat maju. Bagaimana bila peradaban manusia jaman dahulu sudah bisa melakukan perjalanan ke luar angkasa? Setelah melanglang buana membuat koloni dan memetakan benda-benda di luar angkasa akhirnya sebagian keturunan Nabi Adam AS kembali ke bumi. Penduduk lokal di bumi melihat mereka datang dari langit dengan kereta terbang yang memancarkan cahaya lebih terang dari cahaya matahari. Para keturunan Adam tersebut mengatakan kepada penduduk lokal di bumi bahwa mereka datang dari langit tapi pada awalnya mereka juga berasal dari bumi, karena itu dalam mitologi penduduk lokal di bumi dikatakan mereka adalah anak-anak langit dan bumi. 


Di dalam referensi Bible hasil dari keturunan perkawinan manusia koloni langit dan manusia bumi disebut Nehphilim. Dan menariknya dalam bahasa Aramaic kata niyphelah  mengacu ke konstelasi Orion. Jadi kita bisa melihat pola yang sama juga di sini.
http://en.wikipedia.org/wiki/Nephilim#Arguments_from_culture_and_mythology
Peake's commentary on the Bible 1919
In Aramaic culture, the term niyphelah refers to the Constellation of Orion, and nephilim to the offspring of Orion in mythology.


Kalau kita melihat referensi Book of Jubiles para anak-anak Langit dan Bumi ini disebut Naphidim (Nephilim) yang mempunyai fisik raksasa, ini sebenarnya sesuai dengan deskripsi anak-anak Uranus(Langit) dan Gaia(Bumi) dalam mitologi yunani yaitu Cyclopes, Hekatonkheires, dan Titans yang ketiganya dideskripsikan juga mempunyai fisik raksasa. 



Dalam artikel "Misteri jaman Nabi Nuh" kita melihat kemungkinan bahwa sebelum banjir besar ada kaum manusia yang mempunyai fisik raksasa. Di dalam artikel "Misteri Jaman Nabi Nuh (bagian 2 - Hipotesa Alternatif)" kita melihat kemungkinan peristiwa banjir besar terjadi sekitar 250 juta tahun yang lalu. Dan sebelum peristiwa banjir besar atau sebelum periode 250 juta tahun yang lalu ada periode Carboniferous dimana binatang-binatang dan tumbuhan-tumbuhan di jaman itu mempunyai ukuran raksasa, jadi kalau ada manusia berukuran raksasa di masa sebelum banjir besar maka hal itu tidak mengherankan.

Para Naphidim(Nephilim) itu bentuknya tidak sama satu sama lain ("all unlike") ini bisa menandakan mereka mengalami mutasi genetik dan kemiripan yang sama ada juga di mitologi yunani pada Cyclopes yang bermata satu dan Hekatonkheires bertangan banyak, dan berkepala banyak. Mungkin ini akibatnya bila manusia koloni langit dan manusia bumi melakukan perkawinan, walaupun mempunyai kedekatan genetik tapi tetap tidak sama persis karena manusia koloni langit sudah mengalami mutasi genetik akibat beradaptasi pada lingkungan di luar bumi. Namun sebenarnya mutasi genetik hanya terjadi pada kelompok anak-anak sulung contohnya dalam mitologi yunani hanya  Cyclopes yang bermata satu dan Hekatonkheires bertangan banyak sedangkan kelompok anak-anak Langit dan Bumi yang relatif lebih muda misalnya kelompok Titans tidak mempunyai kelainan yang signifikan. Mungkin bisa dianalogikan dengan kasus cacatnya/meninggalnya anak pertama  bila seorang pria berdarah rhesus negatif kawin dengan seorang wanita berdarah bukan rhesus negatif. Atau bisa juga mutasi genetik terjadi akibat tingginya radiasi Ultra Violet yang masuk akibat rendahnya  kadar O3 dan O2 sekitar 300 juta tahun yang lalu sampai 250 juta tahun yang lalu. .

Para Naphidim itu berperang satu sama lain dan juga berperang dengan manusia, kisah perperangan saudara antara manusia sebelum peristiwa banjir besar ini juga sudah pernah dibahas kemungkinannya di artikel "Misteri jaman Nabi Nuh".

Para Naphidim itu juga melakukan perkawinan dengan binatang sehingga lahirlah monster-monster hasil perkawinan hybrid tersebut.

http://www.bibliotecapleyades.net/vida_alien/alien_watchers10.htm
The book of Jubilees :

Chapter 5.
1 And it came to pass when the children of men began to multiply on the face of the earth and daughters were born unto them, that the angels of God saw them on a certain year of this jubilee, that they were beautiful to look upon; and they took themselves wives of all whom they chose, and they bare unto them sons and they were Giants.

Chapter 7.
21 from fornication and uncleanness and all iniquity. For owing to these three things came the flood upon the earth, namely, owing to the fornication wherein the Watchers against the law of their ordinances went a whoring after the daughters of men, and took themselves wives of all which they chose: and they made the beginning of uncleanness.
22 And they begat sons the Naphidim, and they were all unlike, and they devoured one another: and the Giants slew the Naphil, and the Naphil slew the Eljo, and the Eljo mankind, and one man another.
23 And every one sold himself to work iniquity and to shed much blood, and the earth was filled with iniquity.
24 And after this they sinned against the beasts and birds, and all that moves and walks on the earth: and much blood was shed on the earth, and every imagination and desire of men imagined vanity and evil continually.


Dalam Book of Jubilees dikatakan juga bahwa para Naphidim(Nephilim) mempunyai perangai yang cenderung kanibal, cerita mengenai manusia-manusia yang kanibal sebelum peristiwa banjir besar ini ada juga di mitologi suku Indian Nisqually, Washington, Amerika Serikat.

http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Nisqually
Nisqually (Washington):
"The people became so numerous that they ate all the fish and game and started to eat each other. They were so wicked that Dokibatl, the Changer, flooded the earth. All living things were destroyed except one woman and one dog, which survived atop Tacobud (Mt. Ranier). From them the next race of people were born. They walked on four legs and lived like animals. To make matters worse, a huge and powerful bear came from the south. It had the power to paralyze with its gaze whatever it wanted to eat, and it threatened to eat all the people. The Changer sent a Spirit Man from the east to teach them civilization. He showed them how to make and use bows, canoes, clothing, fire, etc., and taught them about the spirits and the potlatch custom. He killed the bear with seven arrows, and he put all the ills of the world in a large building, but years later a curious daughter peeked in the building and let them out. [Clark, pp. 136-138]"

Jadi para Naphidim/Nephilim tersebut :

  1. Merupakan anak-anak manusia koloni langit dan manusia bumi
  2. Berfisik raksasa
  3. Beberapa mempunyai kelainan mutasi genetik
  4. Cenderung ganas dan kanibal
  5. Agresif dan suka berperang satu sama lain
  6. Mengadakan perkawinan dengan binatang sehingga muncul monster-monster hybrid


Secara garis waktu para Naphidim/Nephilim (anak-anak langit dan bumi) ini hidup sebelum kejadian banjir besar jadi mereka mungkin bisa dikategorikan masuk dalam kaum Nabi Nuh AS. Kalau para Nephilim ini adalah  kaum Nabi Nuh AS jelas sudah mereka dibinasakan karena sangat zalim dan melakukan kerusakan di bumi. Kezaliman kaum Nabi Nuh AS ini bahkan melebihi kezaliman kaum Aad dan kaum Tsamud menurut Al-Qur'an :


"dan bahwasanya Dia-lah Tuhan (yang memiliki) bintang syi`ra,
dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum Ad yang pertama,
dan kaum Tsamud. Maka tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup).
Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling lalim dan paling durhaka,"
(QS An-Najm : 49-52)



Cronus dalam Legenda Yunani Kuno adalah salah satu kelompok Titans anak dari Uranus(Langit) dan Gaea(Bumi). Chronus lah yang menurunkan dewa2 Olympians seperti Zeus, Hades, Poseidon, dsb ...  Chronus sangat mungkin adalah Dewa yang menguasai waktu, karena kata Chronus dalam bahasa yunani kuno juga berarti "waktu". Dalam bukunya "The Day After Roswell" Col.Philip Corso menyebutkan bahwa Dr.Hermann Oberth menyatakan kecurigaannya bahwa pesawat UFO yang jatuh di Roswell itu bukanlah Spacecraft tapi merupakan Time Machine. Tentu saja Time yang dimaksud disini adalah energi Space-Time yang bergetar/bergelombang dan mengalir dan bukan konsep waktu yang biasa kita pakai. Mungkinkah Cronus adalah kelompok manusia keturunan Nabi Adam AS yang bisa memanipulasi Energy of Time (Space-Time atau Anti Gravity) ?
Referensi :



Dalam legenda Yunani Kuno para Cyclopes adalah Raksasa-raksasa bermata satu yang jugamerupakan salah satu kelompok anak-anak Uranus (Langit) dan Gaea (Bumi). 

Cyclops dalam mitologi Yunani tidak hanya terkenal akan fisik dan kekuatan raksasanya namun juga akan kemampuannya dalam membuat senjata-senjata seperti:
  1. Senjata kilat/petir milik Zeus
  2. Senjata tombak Trident milik Poseidon
  3. Helm of Darkness milik Hades
  4. Busur dan Panah2 Moonlight milik Artemis
  5. Busur dan Panah2 Sunrays milik Apollo

Berkat jasa para Cyclops lah peristiwa2 ini terjadi :
  1. Cronus bisa mengalahkan Uranus
  2. Zeus bisa mengalahkan Cronus

Tempat tinggal para Cyclops ini menurut legenda Yunani Kuno disebutkan berada di Tartarus atau di bawah permukaan bumi.


Keberadaan Cyclopes ini kelihatannya bukanlah sekedar mitologi karena ada kasus Alien Encounter yang melibatkan mahluk raksasa bermata satu ini. Kasus Alien Close Encounter pada tanggal 28 Agustus 1963 di kota Belo Horizonte negara Brazil, dilaporkan oleh Fernando Eustagio, dimana dia melihat Alien bertubuh Raksasa dan Bermata Satu persis dengan deskripsi Cyclopes dalam Legenda Yunani Kuno. Kasus penampakan mahluk Cyclops yang turun dari UFO ini memberikan indikasi bahwa mitologi yunani, sumeria, mesir dan india tersebut di atas mungkin berdasarkan kisah nyata.
Referensi :



(bersambung ... )

Misteri jaman Nabi Nuh AS (bagian 2 - Hipotesa Alternatif)



Pada artikel "Misteri jaman Nabi Nuh AS (bagian 1)" dibahas mengenai kemungkinan terjadinya banjir antara 20,000 sampai 30,000 tahun yang lalu. Tidak adanya data kepunahan massal yang cukup besar pada waktu itu oleh penulis diabaikan dengan asumsi bahwa binatang-binatang yang dibawa bahtera bisa diselamatkan dan berkembang biak lagi. Namun sebenarnya asumsi itu tidaklah 100 persen benar karena walaupun binatang-binatang itu bisa diselamatkan maka tetap dibutuhkan waktu agar bisa mencapai populasi yang sama dengan pada waktu sebelum banjir. Memang benar mungkin dengan mukjizat dari Allah SWT dan/atau dengan teknologi yang canggih populasi mahluk-mahluk hidup bisa dipercepat, namun ini baru dugaan yang kemungkinan besar juga tidak 100 persen benar. Jadi seharusnya ada data kepunahan massal mahluk-mahluk hidup pada saat kejadian banjir global di jaman Nabi Nuh AS. Oleh karena itu penulis membuat Hipotesa Alternatif di artikel bagian 2 ini. Fokus dari artikel bagian 2 ini adalah seputar peristiwa kepunahan massal mahluk-mahluk hidup sebagai penanda kejadian banjir global di jaman Nabi Nuh AS.



Dari data kepunahan massal diketahui bahwa angka terbesar dicapai pada masa peralihan Permian-Triassic yaitu sekitar 250 juta tahun yang lalu :
http://en.wikipedia.org/wiki/Extinction_event




Karakteristik dari masa Permian-Triassic (sekitar 250 juta tahun yang lalu) :
https://en.wikipedia.org/wiki/Permian%E2%80%93Triassic_extinction_event

http://www.geocraft.com/WVFossils/Carboniferous_climate.html
http://en.wikipedia.org/wiki/File:Sauerstoffgehalt-1000mj2.png
http://www.scotese.com/newpage5.htm
http://co2now.org/
  1. Terjadi kepunahan massal besar-besaran : 96% mahluk laut musnah, 70% mahluk bertulang belakang yang hidup di darat musnah, dan sekitar 57% famili/83% genera serangga musnah.
  2. Kadar Oksigen relatif sangat rendah yaitu sekitar 15% (sekarang sekitar 20%). 
  3. Kadar CO2 yang relatif tinggi yaitu sekitar 2000 ppm (sekarang sekitar 400 ppm)
  4. Temperatur rata2 global yang relatif tinggi yaitu sekitar 27 derajat celcius (sekarang sekitar 15 derajat celcius)
  5. Daratan masih relatif terdiri dari 1 benua supercontinent Pangea.
Mungkinkah banjir global di jaman Nabi Nuh AS terjadi pada periode Permian-Triassic yaitu sekitar 250 juta tahun yang lalu?

Sebenarnya kalau mengacu ke Al-Quran surat Al-Isra' ayat 17 dinyatakan bahwa peristiwa banjir Nabi Nuh AS itu sudah sangat lama dan sejak itu sudah sangat banyak kaum yang dibinasakan Allah SWT :

Dan berapa banyaknya kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Maha Melihat dosa hamba-hamba-Nya. (QS Al-Isra:17)

Namun apakah ada manusia pada periode 250 juta tahun yang lalu ?

Teori mainstream science yang dominan pada saat ini adalah bahwa manusia tercipta dari proses evolusi kera, dimana manusia-kera itu sendiri baru muncul sekitar 2 juta tahun yang lalu.

Namun teori itu  tidak benar seperti yang saya paparkan dalam artikel "Hipotesa asal-usul manusia kera"


Pada bulan Juni 1981 di sebuah tambang di antara Mahanoy City dan Shenandoah, Pennsylvania, AS, Ed Conrad menemukan fosil tengkorak manusia yang sudah membatu di lapisan Carboniferous. Lapisan Carboniferous berusia antara 299 juta tahun dan 359 juta tahun.

Pada tahun 1925 di Odintsovo, Rusia, sebuah fosil otak manusia ditemukan dilapisan yang diperkirakan berusia antara 260 juta tahun sampai 340 juta tahun.

Namun mungkin indikasi fosil manusia tertua adalah yang ditemukan pada tahun 1842 di Freiburg, Jerman yang diperkirakan berusia sekitar 600 juta tahun referensi buku "Geology of Coal,Otto Stutzer". Dan sebenarnya masih banyak-banyak bukti-bukti keberadaan manusia pada masa ratusan juta tahun yang lalu, bisa dilihat di referensi ini :

Mari kita lihat lagi ayat-ayat yang mendeskripsikan peristiwa banjir besar di jaman Nabi Nuh AS :

Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur(tanur) telah memancarkan air, Kami berfirman: "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit. (QS Huud 40)

Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.
Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan. (QS Al-Qomar 11-12)

Pada artikel di bagian ke-1 saya berdalih bahwa sangat mungkin semua sumber air berasal dari perut bumi dan bahkan air hujan nya pun berasal dari uap air perut bumi. Di artikel bagian ke-2 ini saya akan mencoba menganalisa kemungkinan air berasal dari atmosfer (langit) dan dari perut bumi.

Mungkinkah air dari atmosfer ini sedemikian banyaknya sehingga bisa berkontribusi dalam banjir besar? Secara fisika udara (atmosfer) bisa menampung uap air yang lebih banyak bila temperatur bertambah tinggi.




Referensi gambar dari :
http://www.geocraft.com/WVFossils/Carboniferous_climate.html

Berarti kemungkinan pada jaman Nabi Nuh AS temperaturnya relatif lebih tinggi dari sekarang. Dan ini sebenarnya adalah deskripsi kondisi periode Permian-Triassic sekitar 250 juta tahun yang lalu :
  1. Terjadi kepunahan massal besar-besaran : 96% mahluk laut musnah, 70% mahluk bertulang belakang yang hidup di darat musnah, dan sekitar 57% famili/83% genera serangga musnah.
  2. Kadar Oksigen relatif sangat rendah yaitu sekitar 15% (sekarang sekitar 20%). 
  3. Kadar CO2 yang relatif tinggi yaitu sekitar 2000 ppm (sekarang sekitar 400 ppm)
  4. Temperatur rata2 global yang relatif tinggi yaitu sekitar 27 derajat celcius (sekarang sekitar 15 derajat celcius)
  5. Daratan masih relatif terdiri dari 1 benua supercontinent Pangea.
Sebenarnya mungkin temperatur global yang relatif tinggi itu juga yang memicu keluarnya air dari perut bumi, kejadian itu di sebuah ayat dihubungkan dengan kata tanur yang diartikan lepas sebagai "dapur" yang tentunya berhubungan dengan panas atau temperatur yang tinggi.

Kalau dianalisa dari ilmu fisika maka keberadaan uap air di atmosfer juga bisa memicu terjadinya pemanasan global (Global Warming) seperti tersebut di artikel ini :
http://cires.colorado.edu/news/press/2013/watervapor.html

Kadar CO2 di periode Permian-Triassic ini juga relatif tinggi sedangkan kita tahu hal ini akan menyebabkan pemanasan global (Global Warming).



Dan kalau kita bandingkan kadar CO2 sekarang yang menurut kita cukup tinggi yaitu  sekitar 393 ppm dengan kadar CO2 pada periode Permian-Triassic (jaman Nabi Nuh AS?) yaitu sekitar 2000 ppm maka akan terlihat perbedaan yang cukup besar :
http://co2now.org/

Bila kita lihat dalam grafik di atas bahwa sejak sekitar 300 juta tahun yang lalu kadar CO2 naik tajam sampai sekitar 250 juta tahun yang lalu. Padahal menurut mainstream science sekarang kadar CO2 yang dihasilkan dan diserap alam itu seimbang, jadi pasti ada faktor non alami.


Data di tabel di atas menunjukkan bahwa kontribusi manusialah yang terbesar dalam meningkatkan kadar CO2 di masa kini :
http://www.evsroll.com/Carbon_Dioxide_Sources.html


Referensi gambar dari :
http://en.wikipedia.org/wiki/File:Sauerstoffgehalt-1000mj2.png

Dapat kita lihat dari grafik di atas bahwa sejak sekitar 300 juta tahun yang lalu sampai dengan 250 juta tahun yang lalu kadar oksigen di atmosfer turun drastis (dan pada saat yang sama kadar CO2 naik drastis). Dan sebenarnya ini juga sudah diamati dan dianalisa terjadi pada jaman kita sekarang ini :
http://blogcritics.org/atmospheric-oxygen-levels-fall-as-carbon/

Jadi apakah 250 juta tahun yang lalu populasi manusia sudah mencapai skala global dan berteknologi maju seperti sekarang? 
Menurut saya pribadi sangat besar kemungkinan hal itu terjadi...



Kalau air hujan dari atmosfer bisa berkontribusi dalam menenggelamkan bumi dalam peristiwa banjir besar maka seharusnya pada jaman Nabi Nuh AS lapisan atmosfer bumi lebih tebal sehingga bisa menampung uap air yang lebih banyak.

Ketebalan atmosfer bumi berbanding lurus dengan tekanan atmosfer. Jadi apakah tekanan atmosfer di masa Permian-Triasic 250 juta tahun yang lalu (jaman Nabi Nuh AS?) lebih tinggi?



Ternyata ada kemungkinan tekanan (pressure) atmosfer di masa sekitar 250 juta tahun yang relatif lebih tinggi dari masa sekarang dan ini membuka kemungkinan bahwa lapisan atmosfer bumi pada saat itu juga lebih tebal (lihat garis-kurva c pada gambar).
http://pubs.acs.org/subscribe/archive/ci/30/i12/html/12learn.html
http://www.dinosaurtheory.com/thick_atmosphere.html
http://books.google.com.sg/books?id=01EnRok7qtoC&pg=PA41
http://www.amnh.org/learn/pd/earth/pdf/evolution_earth_atmosphere.pdf http://scariestbookofalltime.blogspot.sg/2012/04/earth-has-lost-98-of-its-atmosphere-due.html


Informasi dari Bible bahwa pada masa Peleg Bumi terbagi-bagi

















Menurut Bible di masa Peleg, Bumi terbagi-bagi, Peleg adalah anak dari Eber, Eber anak dari Salah, Salah anak dari Arpachsad, Arpachsad anak dari Shem (Sam Bin Nuh). Jadi Peleg menurut Bible adalah keturunan kelima dari Nabi Nuh AS

"Menurut  Genesis 10:25 dan 1 Chronicles 1:19, pada masa Peleg Bumi terbagi-bagi"

According to Genesis 10:25 and 1 Chronicles 1:19, it was during the time of Peleg that "the earth was divided".

Dari artikel ini kita mengetahui masa Nabi Nuh AS itu adalah sekitar 250 juta tahun yang lalu, pada masa itu bumi terdiri dari satu benua super besar (super continent) yang bernama Pangea. Pangea terpecah dalam 3 fase besar yaitu :
1.Pada masa Early-Middle Jurassic sekitar 175 juta tahun yang lalu
2.Pada masa Early Cretaceous sekitar 150-140 juta tahun yang lalu
3.Pada masa Cenozoic (Paleocene ke Oligocene) sekitar 60-55 juta tahun yang lalu

Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Peleg#.22And_the_Earth_was_divided.22
https://www.mun.ca/biology/scarr/139412_Pangaea_rotated.jpg
http://en.wikipedia.org/wiki/Pangaea#Rifting_and_break-up


Kemungkinan masa Peleg itu adalah 60-55 juta tahun yang lalu pada saat Pangea mengalami fase akhir pemisahan, jadi dari Bible kita juga bisa mengkonfirmasi bahwa bencana banjir bah Nabi Nuh AS itu terjadi sekitar 250 juta tahun yang lalu.






Kalau kita lihat mitologi India ada kisah terjadinya banjir besar juga yang melibatkan tokoh yang bernama Manu. Kalau diperhatikan kata "Ma-Nu" ini sangat dekat dengan kata "Nuh". 
http://en.wikipedia.org/wiki/Manu_(Hinduism)



Namun menurut mitologi India kejadian banjir besar ini terjadi secara periodik atau berulang-ulang yaitu setiap sekitar 306 juta tahun sekali. Dan kalau kita tambahkan angka 306 juta tahun ke angka 250 juta tahun maka : 306 juta + 250 juta = maka akan kita dapatkan angka 556 juta tahun. Angka 556 juta tahun ini sangat relatif dekat dengan angka munculnya mahluk-mahluk hidup secara serempak secara global sekitar 542 juta tahun yang lalu dalam peristiwa yang disebut "Cambrian Explosion". 
http://en.wikipedia.org/wiki/Cambrian_explosion

Mungkinkah Cambrian Explosion sebenarnya adalah juga peristiwa munculnya mahluk-mahluk hidup setelah peristiwa kepunahan massal oleh banjir besar yang terjadi secara periodik setiap 306 juta tahun?

Untuk sementara penulis belum bisa menjawab pertanyaan ini.



Angka ini juga sebenarnya agak dekat dengan waktu revolusi tata surya (matahari, bumi dan planet-planet lain) mengelilingi galaksi bima sakti yaitu menurut estimasi saat ini adalah antara 225 juta tahun sampai 250 juta tahun.
http://en.wikipedia.org/wiki/Galactic_year




Ada juga mitologi dari cina yang bercerita mengenai tokoh yang bernama Nuwa yang juga sering dihubungkan dengan peristiwa banjir besar. Kata "Nu-wa" ini juga sangat mirip dengan kata "Nuh".  Kronologi ceritanya secara singkat adalah setelah pilar langit runtuh maka mulai terjadi bencana-bencana kebakaran, banjir-banjir besar dan munculnya mahluk-mahluk buas pemakan manusia. Menurut saya pribadi kemungkinan pilar langit yang runtuh itu mengacu ke kondisi atmosfer saat itu (naiknya CO2 dan turunnya O2), sedangkan bencana kebakaran disebabkan oleh naiknya temperatur pada saat itu, bencana banjir ini mungkin mengacu ke banjir besar, dan munculnya mahluk-mahluk buas ini adalah pernyataan yang sangat menarik karena setelah peristiwa Permian Triassic sekitar 250 juta tahun yang lalu (banjir Nabi Nuh AS?) maka mulai muncullah Dinosaurus yaitu sekitar 231 juta tahun yang lalu. Munculnya Dinosaurus ini sangat mungkin  karena kadar O2 yang sangat tipis dan karena O2 sangat tipis maka kemungkinan besar O3(Ozone) juga sangat tipis padahal O3 ini penting sebagai pelindung radiasi UV yang bisa menyebabkan kanker dan mutasi genetik.
http://en.wikipedia.org/wiki/N%C3%BCwa


Jadi bencana oleh api yang mempunyai efek meningkatkan temperatur diikuti oleh bencana banjir, dan ini tercatat di mitologi cina. Dan ini kemungkinan besar mendeskripsikan kondisi alam pada masa Nabi Nuh AS yaitu temperatur global yang relatif tinggi sehingga memicu keluarnya air dari dalam perut bumi dan dari atas langit.




Dalam mitologi suku Hopi sekarang kita berada di fase dunia keempat, sedangkan 3 fase dunia sebelumnya sudah dihancurkan dengan berbagai bencana :
http://www.firstpeople.us/FP-Html-Legends/TokpelaTheFirstWorld-Hopi.html
http://www.firstpeople.us/FP-Html-Legends/TheEndoftheFirstWorld-Hopi.html
http://www.firstpeople.us/FP-Html-Legends/TokpatheSecondWorld-Hopi.html
http://www.firstpeople.us/FP-Html-Legends/TheEndoftheSecondWorld-Hopi.html
http://www.firstpeople.us/FP-Html-Legends/KuskurzatheThirdWorld-Hopi.html
http://www.firstpeople.us/FP-Html-Legends/TheEndoftheThirdWorld-Hopi.html

  1. Dunia Pertama yang dinamakan Tokpela (endless space) : Para manusia di jaman ini sepertinya sangat dekat dengan alam dan binatang serta mempunyai kemampuan telepati dengan sesama manusia dan binatang. Ahlak manusia di jaman ini mulai rusak karena hasutan manusia burung Lavahoya dan manusia ular Katoya. Dunia ini dihancurkan dengan api. Sebelumnya para manusia bumi dibimbing oleh Sotuknang (Dewa Langit) agar mengungsi ke bawah bumi bersama-sama dengan koloni manusia semut (Ant People).
  2. Dunia Kedua yang dinamakan Tokpa (dark midnight)  : Para manusia di jaman ini masih mempunyai kemampuan telepati tapi tidak dekat dengan binatang. Para manusia mulai membuat rumah, perkampungan dan mulai berdagang satu sama lain. Namun ahlak manusia2 lama kelamaan juga rusak dan konflik antar daerah mulai terjadi. Dunia ini dihancurkan oleh pergeseran lempeng bumi sehingga gunung tenggelam masuk ke dalam laut, laut dan danau meluap ke daratan, dan akhirnya  bumi berubah menjadi dingin seperti es. Namun sebelum dihancurkan sekali lagi  para manusia bumi dibimbing oleh Sotuknang (Dewa Langit) agar mengungsi ke bawah bumi bersama-sama dengan koloni manusia semut (Ant People).
  3. Dunia Ketiga yang dinamakan Kuskurza : Para manusia di jaman ini masih mempunyai kemampuan telepati tapi tidak sekuat seperti di jaman sebelumnya. Kota2 besar dan kerajaan2/negara2 besar dibangun di jaman ini. Teknologi sepertinya mencapai taraf yang sangat tinggi di jaman ini. Namun seiring dengan kemajuan teknologi tinggi maka perang antar negara tidak terelakkan, di jaman ini muncullah wahana yang dinamakan patuwvotas atau "tameng terbang" yang bisa terbang sangat cepat dan menyerang negara lain. Akhirnya perang antar negara terjadi di bumi pada jaman ini. Dunia ini dihancurkan oleh banjir besar, para manusia sebagian bisa selamat dengan mengungsi di sejenis perahu besar.
  4. Dunia Keempat adalah jaman dimana kita berada sekarang
Jadi dalam mitologi suku Hopi :

  1. Dunia Pertama dihancurkan oleh api.
  2. DuniaKedua dihancurkan oleh pergeseran lempeng bumi sehingga bumi berubah menjadi dingin seperti es.
  3. Dunia Ketiga dihancurkan oleh banjir besar.

Kalau Dunia Ketiga adalah periode Permian-Triassic sekitar 250 juta tahun yang lalu dimana temperatur relatif tinggi dan terjadi banjir besar yang mengakibatkan kepunahan massal, apakah kita bisa memperkirakan kapan peristiwa yang menghancurkan Dunia Pertama dan Kedua?

Untuk menganalisa hal tersebut kita harus melihat berbagai peristiwa kepunahan massal yang sudah pernah terjadi di bumi kita ini :
http://en.wikipedia.org/wiki/Extinction_event

Berikut ini adalah peristiwa Dunia Ketiga yaitu banjir Nabi Nuh AS yang terjadi pada periode Permian-Triassic sekitar 250 juta tahun yang lalu.

http://en.wikipedia.org/wiki/Permian%E2%80%93Triassic_extinction_event
Permian–Triassic extinction event (End Permian): 251 Ma at the Permian-Triassic transition. Earth's largest extinction killed 57% of all families, 83% of all genera and 90% to 96% of all species.[6] (53% of marine families, 84% of marine genera, about 96% of all marine species and an estimated 70% of land species, including insects.[9] The evidence of plants is less clear, but new taxa became dominant after the extinction.[10] The "Great Dying" had enormous evolutionary significance: on land, it ended the primacy of mammal-like reptiles. The recovery of vertebrates took 30 million years,[11] but the vacant niches created the opportunity for archosaurs to become ascendant. In the seas, the percentage of animals that were sessile dropped from 67% to 50%. The whole late Permian was a difficult time for at least marine life, even before the "Great Dying".

Dunia Kedua dihancurkan oleh pergeseran lempeng bumi yang berakibat mendinginkan temperatur.  Dan peristiwa kepunahan massal terbesar kedua (setelah kepunahan Permian-Triassic 250 juta tahun yang lalu) adalah peristiwa kepunahan massal Ordovician–Silurian yang terjadi sekitar 450 juta tahun yang lalu. Pada periode ini terjadi pergeseran supercontinent Gondwana ke arah kutub selatan, dan akibatnya terjadi pendinginan global (global cooling), ini persis seperti deskripsi suku Hopi.

http://en.wikipedia.org/wiki/Ordovician%E2%80%93Silurian_extinction_event
The Ordovician–Silurian extinction event, the Ordovician extinction, was the second-largest of the five major extinction events in Earth's history in terms of percentage of genera that went extinct and second largest overall in the overall loss of life.Between about 450 Ma to 440 Ma (million years ago), two bursts of extinction, separated by one million years, appear to have happened.This was the second biggest extinction of marine life, ranking only below the Permian–Triassic extinction event. At the time, all known life was confined to the seas and oceans.More than 60% of marine invertebrates died including two-thirds of all brachiopod and bryozoan families. Brachiopods, bivalves, echinoderms, bryozoans and corals were particularly affected. The immediate cause of extinction appears to have been the movement of Gondwana into the south polar region. This led to global cooling, glaciation and consequent sea level fall. The falling sea level disrupted or eliminated habitats along the continental shelves. Evidence for the glaciation was found through deposits in the Sahara Desert. A combination of lowering of sea level and glacially driven cooling are likely driving agents for the Ordovician mass extinction.

Dunia Pertama dihancurkan oleh api, jadi seharusnya temperatur relatif tinggi dan ada peristiwa kepunahan massal. Mungkin ini mengacu ke peristiwa sebelum Cambrian Explosion sekitar 542 juta tahun yang lalu, hipotesa saya adalah ada bencana global yang melibatkan hujan asteroid yang mengarah ke bumi sehingga terjadi banyak impacts yang menimbulkan efek bumi seperti dibakar, oksigen terbakar habis dan semua mahluk yang bersel kompleks nyaris lenyap, namun sulit untuk mendeteksi hal ini karena sejak 542 juta tahun yang lalu sudah beberapa kali terjadi pergantian bentuk supercontinent.

http://en.wikipedia.org/wiki/Cambrian_explosion

The Cambrian explosion, or Cambrian radiation, was the relatively rapid appearance, around 542 million years ago, of most major animal phyla, as demonstrated in the fossil record.This was accompanied by major diversification of other organisms. Before about 580 million years ago, most organisms were simple, composed of individual cells occasionally organized into colonies. Over the following 70 or 80 million years, the rate of evolution accelerated by an order of magnitude and the diversity of life began to resemble that of today. Ancestors of many of the present phyla appeared during this period, with the exception of Bryozoa, which made its earliest known appearance in the Lower Ordovician.


Jadi dalam mitologi suku Hopi bahkan kita bisa memetakan beberapa peristiwa kepunahan massal yang pernah terjadi di muka bumi ini sebelum peristiwa banjir besar Nabi Nuh AS.

Kalau dianalisa secara lebih mendalam sebenarnya peristiwa-peristiwa tersebut juga terdapat dalam mitologi yunani.

Masa Pertama (Golden Age) berakhir dengan dicurinya api oleh Prometheus dan diberikan kepada manusia. Bagi saya pribadi kemungkinan ini mengacu ke bencana yang berhubungan dengan api.

http://en.wikipedia.org/wiki/Golden_Age#The_Golden_Age_in_Europe:_Greece
In Hesiod's version, the Golden Age ended when the Titan Prometheus conferred on mankind the gift of fire and all the other arts. 

Masa Kedua (Silver Age) berakhir dengan banjir Ogygian. Bagi saya pribadi ini kemungkinan menceritakan banjir yang sebenarnya terjadi akibat pergeseran lempeng bumi seperti yang diceritakan suku Hopi.

http://en.wikipedia.org/wiki/Silver_age#Greek_myth
The original silver age (Αργυρόν Γένος) was the second of the five "Ages of Man" described by the ancient poet Hesiod in his poem Works and Days, following the Golden age and preceding the Bronze Age. These people lived for one hundred years as children without growing up, then suddenly aged and died. Zeus destroyed these people because of their impiety, in the Ogygian Deluge.

Masa Ketiga (Bronze Age) berakhir dengan banjir Deucalion. Bagi saya pribadi ini kemungkinan mengacu ke banjir besar Nabi Nuh AS. Dan ada kemiripan juga antara Bronze Age yunani kuno dan Third World suku hopi yaitu keduanya bercerita mengenai konflik/perang antara sesama manusia sebelum kejadian banjir besar.

http://en.wikipedia.org/wiki/Ages_of_Man#Hesiod.27s_Five_Ages
Bronze Age – Men of the Bronze Age were hardened and tough, as war was their purpose and passion. Zeus created these humans out of the ash tree. Their armor was forged of bronze, as were their homes, and tools. The men of this Age were undone by their own violent ways and left no named spirits; instead, they dwell in the "dank house of Hades". This Age came to an end with the flood of Deucalion.


(bersambung ke artikel "Kisah Anak-anak Langit dan Bumi" ...)

Artikel yang sama ada di http://www.islamicufo.org

Sunday

Misteri Jaman Nabi Nuh?



Sebelumnya saya minta maaf bilamana ada kesalahan dalam pembuatan artikel ini. Perlu diketahui artikel ini hanyalah hipotesa atau dugaan belaka berdasarkan beberapa informasi yang bisa saya kumpulkan. 

Artikel ini dibuat untuk mencoba menjawab hal-hal yang menjadi pertanyaan saya 
selama ini yaitu :
  • Apakah Banjir Nabi Nuh AS adalah bencana global?
  • Kira-kira bagaimana proses terciptanya banjir ini?
  • Bagaimana proses pembuatan bahtera?
  • Bagaimana cara pembuatan tempat penampungan binatang-binatang itu?
  • Mengapa anak Nabi Nuh AS tidak mau ikut naik ke dalam bahtera?
  • Di mana bukti geologi, biologi dan sejarah mengenai banjir ini?
  • Apa alasan Allah SWT membuat banjir ini?
  • Kapan kira-kira terjadinya banjir ini?
  • Dimana letak bahtera Nabi Nuh AS?
  • Mengapa Nabi Nuh AS bisa hidup sampai berumur 950 tahun?
  • Benarkah ada kaum raksasa pada jaman Nabi Nuh AS?
Sebelum menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut ada baiknya kita lihat kisah Nabi Nuh AS berdasarkan kitab Al-Quran :
  • Umur Nabi Nuh AS menurut Al-Quran adalah 950 tahun :
    •  “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, maka ia tinggal di antara mereka seribu tahun kurang lima puluh tahun. Maka mereka ditimpa banjir besar, dan mereka adalah orang-orang yang lalim.”QS. Al-Ankabut:14)
  • Nabi Nuh memohon kepada Allah SWT untuk memusnahkan semua orang kafir di atas bumi 
    • Al Qur'an Surat Nuh 26-28
      • 26. Nuh berkata: "Ya Tuhanku, janganlah Engkau biarkan seorangpun di antara orang-orang kafir itu tinggal di atas bumi.
      • 27. Sesungguhnya jika Engkau biarkan mereka tinggal, niscaya mereka akan menyesatkan hamba-hamba-Mu, dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat ma'siat lagi sangat kafir.
      • 28. Ya Tuhanku! Ampunilah aku, ibu bapakku, orang yang masuk ke rumahku dengan beriman dan semua orang yang beriman laki-laki dan perempuan. Dan janganlah Engkau tambahkan bagi orang-orang yang zalim itu selain kebinasaan"
  • Nabi Nuh membuat bahtera atas petunjuk Allah SWT.
  • Perintah Allah SWT untuk memuat masing-masing binatang sepasang ke dalam bahtera.
  • Pertanda dari Allah SWT adalah dapur(tanur, perut bumi?) telah memancarkan air.
  • Bahtera berlayar dalam gelombang laksana gunung.
  • Anak Nabi Nuh AS tidak mau masuk ke bahtera dan mencoba mencari perlindungan ke gunung sehingga akhirnya anak itu tenggelam.
  • Akhirnya bumi menelan air, hujan berhenti dan bahtera berlabuh di bukit Judi.
  • Orang-orang yang zalim binasa.
  • Al Qur'an Surat Huud 37-44
    • 37. Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan dan petunjuk wahyu Kami, dan janganlah kamu bicarakan dengan Aku tentang orang-orang yang zalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan.
    • 38. Dan mulailah Nuh membuat bahtera. Dan setiap kali pemimpin kaumnya berjalan meliwati Nuh, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh: "Jika kamu mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) mengejekmu sebagaimana kamu sekalian mengejek (kami).
    • 39. Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan yang akan ditimpa azab yang kekal."
    • 40. Hingga apabila perintah Kami datang dan dapur(tanur) telah memancarkan air, Kami berfirman: "Muatkanlah ke dalam bahtera itu dari masing-masing binatang sepasang (jantan dan betina), dan keluargamu kecuali orang yang telah terdahulu ketetapan terhadapnya dan (muatkan pula) orang-orang yang beriman." Dan tidak beriman bersama dengan Nuh itu kecuali sedikit.
    • 41. Dan Nuh berkata: "Naiklah kamu sekalian ke dalamnya dengan menyebut nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya." Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
    • 42. Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil: "Hai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu berada bersama orang-orang yang kafir."
    • 43. Anaknya menjawab: "Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!" Nuh berkata: "Tidak ada yang melindungi hari ini dari azab Allah selain Allah (saja) Yang Maha Penyayang". Dan gelombang menjadi penghalang antara keduanya; maka jadilah anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan.
    • 44. Dan difirmankan: "Hai bumi telanlah airmu, dan hai langit (hujan) berhentilah," dan airpun disurutkan, perintahpun diselesaikan dan bahtera itupun berlabuh di atas bukit Judi, dan dikatakan: "Binasalah orang-orang yang zalim ."


Selain informasi dari Al-Qur'an cerita mengenai Nabi Nuh AS dan banjir besarnya ada di banyak peradaban di dunia antara lain :

Sekarang saya akan mencoba menganalisa dan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut diatas.

Berdasarkan ayat-ayat Al-Qur'an di atas saya mengambil kesimpulan bahwa banjir ini adalah bencana global yang mungkin memusnahkan seluruh manusia-manusia yang kafir di muka bumi. Kesimpulan ini saya ambil berdasarkan informasi yang menyatakan bahwa :
  1. Nabi Nuh AS memohon agar semua orang kafir di muka bumi ini dimusnahkan.
  2. Perintah agar di dalam bahtera dimuat masing-masing binatang sepasang.
  3. Bahtera berlayar dalam ombak laksana gunung.
  4. Anak Nabi Nuh AS yang mencoba mencari perlindungan ke gunung juga akhirnya tenggelam. 
Proses terjadinya banjir ini menurut Al-Qur'an karena aliran air dari 2 sumber yaitu :
  1. Dari pancaran mata air dapur(tanur) atau dari bumi
  2. Dari curahan hujan
Seperti tersebut dalam :
Al Qur'an Surat Al-Qomar 11-14
  • 11. Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah.
  • 12. Dan Kami jadikan bumi memancarkan mata air-mata air, maka bertemulah air-air itu untuk suatu urusan yang sungguh telah ditetapkan.
  • 13. Dan Kami angkut Nuh ke atas (bahtera) yang terbuat dari papan dan paku,
  • 14. Yang berlayar dengan pemeliharaan Kami sebagai balasan bagi orang-orang yang diingkari (Nuh).
Mengapa air bisa tercurah dari bumi dan langit? Menurut saya hal ini kemungkinan karena naiknya temperatur dan tekanan di perut bumi atmosfer.



Mengapa ini bisa terjadi? Secara resmi mainstream science membantah dengan mengatakan bahwa kandungan air di bawah bumi tidak cukup banyak untuk membuat banjir global di permukaan bumi. Kandungan air memang ada di bawah bumi tapi terdapat dalam batu-batuan dan kandungannya sangat kecil hanya sekian persen saja seperti tersebut di artikel ini:
http://news.nationalgeographic.com/news/2007/02/070227-ocean-asia.html


Namun menurut Branton (Alan De Walton) dalam bukunya The Secrets of Mojave memang ada semacam sungai atau samudera di bawah bumi dan bahkan Kapal Selam Angkatan Laut Amerika Serikat sudah menjelajahinya.

Referensi:
http://web.archive.org/web/0020205034933/http://www.angelfire.com/ut/branton/kokoweef.html

Jadi kemungkinan besar memang sumber air dari peristiwa banjir besar itu berasal dari bawah bumi. Dan sepertinya air hujan dalam peristiwa banjir besar itu juga  berasal dari uap air yang memancar dari bawah bumi karena para ilmuwan mainstream dewasa ini sebenarnya sudah bisa meneliti kandungan atmosfer sampai ratusan juta tahun yang lalu dan sekitar 30,000 tahun yang lalu tidak ditemukan surplus air/uap air di atmosfer bumi. Namun kalau air tersebut berasal dari bawah bumi maka ini berarti air yang keluar memancar adalah air panas yang bertemperatur tinggi dan bisa dibayangkan betapa tersiksanya tenggelam di air yang mendidih.

Proses pembuatan bahtera mungkin tidak didetilkan di Al-Qur'an namun jelas dinyatakan bahwa bahtera itu terbuat dari papan (dan paku) dan kayu. Mungkinkah bahtera sebesar itu dibuat dengan papan dan kayu? Jawabannya seratus persen mungkin apalagi dibantu dengan petunjuk dan kekuasaan Allah SWT. Bahkan sebagai catatan peradaban Cina dan Jepang pada jaman dahulu juga sepertinya memakai bambu-bambu yang sudah diolah sebagai armor pelindung dari senjata-senjata tajam dan panah. Namun bisa juga kata "papan" dan "kayu" itu mempunyai makna lain. Wallahualam...

Mengenai tempat penampungan binatang-binatang itu sepertinya memang sulit untuk dibuat tanpa bantuan kekuasaan Allah SWT, ini dengan asumsi teknologi pada jaman itu masih sangat kuno. 

Mengenai anak Nabi Nuh AS yang tidak mau naik bahtera ini yang menjadi pertanyaan bagi saya. Si anak ini sudah tahu ada air bah tapi tidak mau naik bahtera dan bahkan mau pergi ke gunung. Ini yang agak aneh menurut saya ... Pertanyaan lain yang juga berhubungan adalah apa maksud ayat ini :
"Dan bahtera itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya sedang anak itu berada di tempat yang jauh terpencil ..."
Bagaimana cara Nabi Nuh AS memanggil anaknya yang sedang berada di tempat yang jauh terpencil? Bahkan walaupun anak itu tidak di tempat yang terpencil pun akan sangat sulit menemukan dan berkomunikasi dengannya karena bisa dibayangkan kekacauan dan hiruk-pikuk suara di saat bencana banjir itu terjadi. Bukankah pada jaman itu belum ada teknologi radio atau yang sejenisnya?
Selain itu kalau pada jaman Nabi Nuh AS seluruh bumi dilanda banjir besar skala global dengan tujuan memusnahkan seluruh manusia yang kafir, ini berarti populasi manusia di bumi sudah menyebar secara global, karena kalau hanya untuk memusnahkan populasi manusia di suatu kerajaan atau negara tertentu saja maka Allah SWT cukup mengirim bencana lokal dan tidak usah yang berskala global. Dan bagaimana caranya Nabi Nuh AS berdakwah ke seluruh manusia di penjuru bumi? Karena sebelum bencana banjir itu datang Nabi Nuh AS sudah memperingati kaumnya (seluruh umat manusia di jaman itu) agar bertobat sebelum bencana datang.


Dari sini mulailah timbul dugaan di dalam benak saya bahwa peradaban kaum Nabi Nuh AS mungkin tidak sekuno yang kita kira. Kalau peradaban jaman Nabi Nuh AS sudah mempunyai teknologi radio dan sejenisnya maka alasan anak Nabi Nuh AS tidak mau naik bahtera yang terbuat dari papan dan kayu menjadi sangat jelas dan logis walaupun memang kelihatan sekali bahwa anak itu bukanlah anak yang taat terhadap orang tuanya. Namun benarkah peradaban manusia jaman dahulu sudah maju?

Selain itu pertanyaan lain yang belum terjawab adalah apa alasan Allah SWT memusnahkan seluruh mahluk hidup di darat selain para awak bahtera Nabi Nuh AS?

Mengapa Nabi Nuh AS dapat hidup sampai umur 950 tahun?

Dan kapan kira-kira terjadinya bencana banjir ini ?

Pertama-tama kita harus menemukan bukti-bukti di dalam Al Qur'an bahwa peradaban manusia jaman dahulu itu tidak kuno dan bahkan berteknologi maju.

Apakah mereka tidak memperhatikan berapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain. (QS. Al An'aam, 6: 6)

Dan berapa banyaknya umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjelajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat peringatan bagi orang-orang yang mempunyai akal atau yang menggunakan pendengarannya, sedang dia menyaksikannya. (QS. Qaaf, : 36-37)

Dan orang yang sebelum mereka telah mendustakan, sedangkan mereka (yang sekarang) tidak mencapai satu persepuluh daripada apa yang telah Kami (Allah) berikan kepada mereka (orang yang terdahulu). (Qs. Saba’ ayat 45)

Ayat-ayat diatas menyatakan bahwa sangatlah banyak umat yang telah dibinasakan dan umat/generasi yang dibinasakan tersebut jauh lebih maju (kuat/teguh) dibanding umat yang sekarang, bahkan umat yang sekarang tidak sepersepuluhnya dari umat yang terdahulu. Kesimpulan saya berdasarkan ayat-ayat ini adalah bahwa peradaban manusia jaman dahulu bahkan jauh lebih maju dari jaman kita sekarang ini.

Seharusnya kisah Nabi Nuh AS ini bisa ditelusuri dalam catatan sejarah berbagai peradaban manusia jaman dahulu. Dan saya menemukannya dalam "Daftar Raja-raja Sumeria" atau "Summerian King List" ini:
http://en.wikipedia.org/wiki/Sumerian_King_List

Dan setelah memasukkan dan menghitung datanya di Microsoft Excel saya menemukan angka terjadinya banjir yaitu sekitar 28,927 tahun yang lalu.
Berikut ini adalah link referensi dan gambar: 
http://www.mediafire.com/view/t366pwhkbf19mjx/SummerianKingList.xlsx



Yang menarik adalah sebelum terjadinya banjir raja-raja Sumeria memerintah dari belasan ribu tahun sampai puluhan ribu tahun, namun setelah terjadi banjir raja-raja Sumeria itu memerintah paling lama sekitar 1,000 tahun. Selain itu setelah banjir, 2 raja Sumeria yang pertama-tama memerintah selama 1,200 dan 960 tahun. Angka ini sangat dekat dengan umur Nabi Nuh AS yaitu 950 tahun. Sangatlah mungkin pada jaman itu usia manusia bisa mencapai sekitar 1,000 tahun. Namun hal ini menimbulkan pertanyaan lagi karena bahkan dengan teknologi jaman kita sekarang usia manusia maksimum mungkin hanya sekitar 60-100 tahun. Bagaimana mungkin sebelum terjadinya banjir raja-raja Sumeria bahkan bisa berumur sampai 40,000 tahun? Mungkinkah teknologi mereka sedemikian majunya sehingga bisa memperpanjang umur manusia selama itu? Namun demikian ternyata memang di Al Qur'an (Saba’ ayat 45) dinyatakan bahwa peradaban manusia jaman dahulu itu bahkan lebih dari 10 kali lipat nya peradaban manusia jaman sekarang.

Penemuan di atas memang sangat mengejutkan tapi perlu dicek lagi dengan analisa-analisa yang lain. Karena itu selain analisa catatan sejarah, saya juga berusaha menemukan data-data pengukuran ilmiah pada jaman itu dan ternyata saya menemukan data pengukuran temperatur, kadar CO2 dan kadar debu sekitar 20,000 sampai 30,000 tahun yang lalu ....

Berikut ini adalah link referensi dan gambar pengukuran Ice Core dari Danau Vostok dalam rentang waktu sekitar 400,000 tahun:
http://en.wikipedia.org/wiki/File:Vostok_Petit_data.svg




Dapat dilihat pada gambar di atas bahwa dari sekitar 40,000 sampai sekitar 20,000 tahun yang lalu terjadi :
  1. Penurunan temperatur 
  2. Penurunan konsentrasi CO2 
  3. Kenaikan konsentrasi debu(dust)

Jadi bahkan dari data-data pengukuran ilmiah pun bisa diambil kesimpulan bahwa "sesuatu" memang terjadi antara 40,000 sampai 20,000 tahun yang lalu. Dan yang menariknya sebenarnya konsentrasi debu itu mencapai puncak paling tinggi sekitar 40,000-20,000 tahun yang lalu, tapi juga terjadi puncak-puncak yang lain yaitu sekitar 65,000 tahun yang lalu, sekitar 160,000 tahun yang lalu, sekitar 270,000 tahun yang lalu dan sekitar 330,000 tahun yang lalu. Pada setiap puncak (konsentrasi debu tinggi) terjadi penurunan CO2 dan penurunan temperatur.  Di sini hipotesa super volcano menurut saya kurang tepat digunakan karena meledaknya gunung berapi akan menaikkan CO2 dan bukan menurunkan.  Dan apa yang bisa menyerap CO2 sedemikian banyak?  Naiknya permukaan laut mempunyai efek penyerapan CO2 yang cukup besar menurut artikel ilmiah ini :
http://phys.org/news151075775.html

Dugaan saya grafik pengukuran di atas menandakan bahwa terjadi peristiwa-peristiwa periodik yang mengakibatkan turunnya temperatur, turunnya CO2, dan naiknya konsentrasi debu. Mungkin ini bukan ulah alam tapi ulah manusia jadi grafik di atas menggambarkan ulah manusia.

Sebelum hal ini dianalisa lebih lanjut pertanyaan mengapa Allah SWT membuat banjir besar global ini harus dianalisa dulu secara lebih dalam karena saya yakin maknanya sangat besar. Dugaan saya ini berkaitan dengan dosa kaum Nabi Nuh AS yang kafir dan berbuat zalim terhadap sesama manusia, dan bahkan terhadap ekosistem bumi secara global. Naiknya konsentrasi debu bisa jadi menandakan ada konflik atau perang global antar sesama manusia, dan turunnya temperatur adalah karena lapisan debu yang sangat tebal menghalangi sinar matahari yang masuk, dan menurunnya konsentrasi CO2  menandakan rusaknya ekosistem di bumi yang mencakup binatang2, tumbuhan2, tanah dan lautan karena ekosistem mahluk hidup merupakan kontributor terbesar CO2 di bumi. Sangat mungkin perang tersebut adalah perang nuklir yang lebih canggih dari jaman kita sekarang. Tidak menggunakan peluru kendali nuklir tapi mungkin menggunakan senjata sinar partikel (particle beam weapons) yang bisa menghancurkan materi menjadi debu tapi tetap meninggalkan efek radioaktif di lingkungan sekitarnya. Dan efek negatifnya adalah tercemarnya seluruh ekosistem bumi dengan radioaktif dan terjadi mutasi genetik yang merusak pada banyak mahluk2 hidup. Mungkinkah banjir global tersebut sebenarnya untuk mengembalikan kondisi bumi seperti dahulu kala dengan ekosistem yang baik dan manusia-manusia yang hidup damai dan tidak berperang satu-sama lain? Dan air banjir global itu mungkin sebenarnya mencuci zat2 radioaktif untuk kemudian membuangnya ke dalam perut bumi? Kalau analisa perang nuklir benar maka sesuai grafik sudah terjadi berkali-kali perang nuklir mungkin karena itulah Allah SWT mengirim banjir global. Wallahualam ...

Saya jadi ingat banyak ayat-ayat di Al Qur'an yang "melarang untuk berbuat kerusakan di muka bumi" setelah Allah SWT memperbaikinya:
http://alquranalhadi.com/index.php/kajian/tema/751/larangan-membuat-kerusakan-di-muka-bumi


Bukti-bukti lain mengenai perang nuklir ini mungkin bisa dilihat dari 2 tipe manusia yang ada di daratan Eropa sekitar 43,000 tahun yang lalu yaitu:


  1. Cro-Magnon atau sekarang disebut dengan European Early Modern Humans (EEMH)
  2. Neanderthal yang juga sering dijuluki sebagai primitive cavemen
Cro-Magnon dijuluki sebagai manusia-manusia modern pertama di daratan eropa karena memang dari artifak-artifak yang ditemukan menggambarkan kompleksitas peradaban mereka. Neanderthal di lain pihak adalah manusia-manusia yang sangat primitif dan bahkan diduga juga kanibal. Berikut ini adalah ilustrasi Cro-Magnon dan Neanderthal dari film dokumenter History Channel : Clash of The Cavemen ( Neanderthal vs Cromagnon ). Gambar yang bagian atas itu Cro Magnon dan yang bagian bawah itu Neanderthal.




Keberadaan kedua tipe manusia di jaman itu bisa jadi menandakan terjadinya perang nuklir dimana Cro-Magnon adalah sisa-sisa manusia modern yang tidak terkontaminasi radiasi dan mutasi genetik sedangkan Neanderthal adalah manusia yang sudah terkontaminasi radiasi dan mengalami mutasi genetik sehingga beberapa berubah menjadi kanibal. Cro-Magnon mulai muncul sekitar 43,000 tahun dekat dengan mulainya periode anomali  pada grafik danau Vostok. Selain itu Cro-Magnon mempunyai kemampuan untuk membuat artifak-artifak yang relatif cukup kompleks yang menandakan mereka mempunyai ilmu pengetahuan yang cukup tinggi. Cro-Magnon sendiri sekarang sudah resmi dianggap sebagai nenek moyang manusia di daratan Eropa. Dan yang paling menarik adalah Cro-Magnon diperkirakan datang dari arah barat Eropa yaitu dari arah Samudra Atlantik. 

Dan menariknya ada 2 mitologi kuno dari suku Indian Hopi Amerika dan dari Tibet yang sepertinya bercerita mengenai perang nuklir dan berkaitan dengan peristiwa bencana banjir.

Berikut ini adalah referensi-referensi mengenai mitologi "Dunia Ketiga" dan "Tameng Terbang / Patuwvota" dari suku Indian Amerika "Hopi" :

Ini cuplikan cerita mitologi Flying Shields (Tameng Terbang) atau Patuwvota dari suku Indian Amerika "Hopi" :

"... Under the leadership of the Bow Clan, they began to use their creative power in another evil and destructive way. Perhaps this was caused by that wicked woman. But some of them made a pátuwvota (a shield made of hide) and with their creative power, made it fly through the air.
On this, many people flew to a big city, attacked it, then returned so fast that no one knew where they came from. Soon the people of many cities were making pátuwvotas and flying on them to attack one another. So corruption and war came to the Third World as it had to the others..."

Terjemahannya kira2 begini :

"...Dibawah pimpinan dari suku Busur (Bow Clan) mereka menggunakan kekuatan kreatif mereka untuk hal-hal yang jahat dan menghancurkan. Mungkin ini disebabkan oleh pengaruh "sang wanita jahat". Tapi beberapa dari mereka membuat patuwvota (tameng terbang) dan dengan kekuatan kreatif mereka dapat membuatnya terbang menembus udara.
Dengan benda ini, banyak orang terbang ke sebuah kota besar, menyerangnya, dan kemudian kembali dengan sangat cepat sehingga tidak ada yang tahu dari mana mereka berasal. Tak lama kemudian orang-orang di kota-kota lain juga membuat patuwvota(tameng terbang) dan terbang dengan benda2 itu untuk menyerang satu sama lain. Maka di jaman Dunia Fase Ketiga ini terjadilah korupsi (jiwa) dan perang ..."


Dalam cerita mitologi suku Hopi ada beberapa fase dunia dan di akhir tiap fase dunia terjadi bencana. Menurut suku Hopi kita sekarang berada di fase dunia keempat dan fase dunia ketiga  dinamakan Kuskurza : Para manusia di jaman ini masih mempunyai kemampuan telepati tapi tidak sekuat seperti di jaman sebelumnya. Kota2 besar dan kerajaan2/negara2 besar dibangun di jaman ini. Teknologi sepertinya mencapai taraf yang sangat tinggi di jaman ini. Namun seiring dengan kemajuan teknologi tinggi maka perang antar negara/kota tidak terelakkan, di jaman ini muncullah wahana yang dinamakan patuwvotas atau "tameng terbang" yang bisa terbang sangat cepat dan menyerang negara/kota lain. Akhirnya perang antar negara/kota terjadi di bumi pada jaman ini. Dunia ini dihancurkan oleh banjir besar, para manusia sebagian bisa selamat dengan mengungsi di sejenis perahu besar.

Berikut ini cerita mitologi dari buku kuno Tibetan Book of Dyzan, referensi dari buku Voices from Legendary Times: We are a Bridge Between Past and Future, Ellen Lloyd halaman 125: 
http://books.google.com.sg/books?id=MhY5IcjhV38C&pg=PA125



Deskripsi Perang Nuklir? :

"Separation did not bring peace to these people and finally their anger reached a point where the ruler of the original city took with him a small number of his warriors and they rose into air in a huge a shining metal vessel.
While they were many leagues from the city of their enemies, they launched a great shining lance that rode on a beam of light. It burst apart in the city of their enemies with a great ball of flame that shot up to the heavens, almost to the stars.
All those who were in the city were horribly burned and even those who were not in the city, but nearby, were burned also. Those who looked upon the lance and the ball of fire, were blinded forever afterward. Those who entered the city on foot become ill and died.
Even the dust of the city was poisoned, as were the rivers that flowed through it. Men dared not go near it, and it gradually crumbled into dust and was forgotten by men.
When the leader saw what he had done to his own people, he retired to his palace and refused to see anyone. Then he gathered about him those warriors who remained, and their wives and children, and they entered their vessels and rose one by one into the sky and sailed away. Nor did they return."

Terjemahannya :
"Pemisahan tidak mendamaikan hati orang-orang ini dan akhirnya kemarahan mereka mencapai taraf di mana penguasa kota yang asli mengambil bersamanya sejumlah kecil prajurit dan mereka naik ke udara dalam sebuah bejana logam yang sangat besar dan bersinar. Ketika jarak mereka masih jauh dari kota musuh, mereka meluncurkan tombak besar bersinar yang meluncur dipandu oleh seberkas sinar cahaya . Tombak tersebut meledak berkeping-keping di kota musuh mereka dan membuat sebuah bola api yang sangat besar yang menjulang tinggi menuju langit dan seakan-akan hampir mencapai bintang-bintang. Semua orang yang berada di kota itu mati terbakar dengan cara yang mengerikan dan bahkan mereka yang tidak berada di dalam di kota, tapi berada di dekatnya, juga ikut terbakar. Mereka yang memandang tombak dan bola api tersebut, mengalami kebutaaan permanen sesudahnya. Mereka yang memasuki kota dengan berjalan kaki menjadi sakit dan meninggal. Bahkan debu kota tersebut menjadi mengandung racun , demikian juga sungai yang mengalir melalui kota tersebut. Orang-orang tidak berani pergi mendekati tempat itu, dan tempat secara bertahap hancur menjadi debu dan setelah itu dilupakan orang.
Ketika sang pemimpin melihat apa yang telah ia lakukan terhadap rakyatnya sendiri, ia pulang ke istananya dan menolak untuk melihat siapa pun. Kemudian dia mengumpulkan sisa-sisa prajuritnya, beserta istri-istri dan anak-anak mereka , dan setelah itu mereka memasuki kapal mereka, dan kapal-kapal itu naik satu per satu ke angkasa dan melayang jauh. Mereka juga tidak kembali. "

Deskripsi Banjir? :

"The great King of the Dazzling Face, the chief of the all the Yellow-faced was sad, seeing the evil intentions of the Dark-faced.
He sent his air vehicles to all his brother chiefs with pious men within, saying, Prepare, arise, men of the good law, and escape while the land has not yet been overwhelmed by the waters.
The Lords of the Storm are also approaching. Their war vehicles are nearing the land. One night and two days only shall the Lords of the Dark-faced arrive on this patient land. She is doomed when the waters descend on her.
The Lords or the Dark-eyed have prepared their magic Agneyastra (the Hindu Agneya weapon). They are also versed in Ashtar. Come, and use yours.
Let every Lord of the Dazzling Face ensnare the air vehicle of every lord of the Dark-faces, lest any of them escape.
The great King fell upon his Dazzling Face and wept. When the kings were assembled, the waters of the earth had already been disturbed.
The nations crossed the dry lands. They went beyond the water mark. The kings reached then the safe lands in their air vehicles, and arrived in the lands of fire and metal...
Stars showered on the lands of the Dark-faced while they slept. The speaking beasts remained quiet. The Lords waited for orders, but they came not, for their masters slept. The waters rose and covered the valleys ... In the high lands there dwelt those who escaped, then men of the yellow faces and of the straight eye."

Terjemahannya :

"Sang Raja Besar dengan Wajah Sipit, pemimpin dari semua kaum berwajah Kuning  sedang bersedih, melihat niat-niat jahat dari kaum berwajah Gelap. 
Dia mengirimkan kendaraan-kendaraan udaranya yang berisikan utusan-utusan yang bijak kepada semua komandan-komandannya dengan pesan yang mengatakan, Persiapkan diri, bangkitlah para saudara-saudara yang taat hukum, dan pergilah sementara daratan belum ditenggelamkan oleh air.
Para penguasa-penguasa Badai juga mendekat. Kendaraan perang mereka telah 
mendekati daratan. Satu malam dan dua hari saja maka Para Penguasa-penguasa dari kaum berwajah Gelap akan tiba di tanah yang menunggu dengan sabar ini. Daratan ini akan celaka ketika air turun menenggelamkannya.
Para Penguasa-penguasa dari kaum bermata Gelap telah mempersiapkan senjata sihir mereka yang bernama Agneyastra (senjata Agneya - Hindu, Agni=Api) . Mereka juga mahir dan berpengalaman dalam menggunakan senjata Ashtar. Ayo,dan gunakan senjata Kalian .
Biarkan setiap Penguasa-penguasa dari kaum berwajah Sipit mengadu kendaraan udara mereka dengan kendaran udara setiap Penguasa-penguasa dari kaum berwajah Gelap dan jangan sampai satu pun dari mereka melarikan diri.
Sang Raja Besar jatuh pada wajah Sipitnya dan menangis. Ketika para raja sudah berkumpul, perairan bumi sudah mulai bergolak.
Negara-negara itu menyeberangi daratan yang  kering. Mereka telah melampaui tanda batas air.  Para raja-raja telah mencapai maka daratan yang aman dengan menggunakan kendaraan udara mereka, dan  mereka tiba di daratan yang mengandung api dan logam ...
Bintang-bintang jatuh ke daratan daerah kaum berwajah Gelap sementara mereka sedang tidur. Binatang-binatang yang dapat berbicara tetap diam. Para penguasa menunggu perintah, tapi perintah itu tidak datang, karena majikan-majikan mereka sedang tidur. Air kemudian naik dan menyelimuti lembah.... Di daratan yang tinggi bersemayamlah orang-orang yang berhasil menyelamatkan diri, mereka itu adalah kaum berwajah Kuning dan bermata Lurus. "

Sebenarnya dari mitologi peradaban yunani kuno juga ada indikasi terjadinya peperangan dengan menggunakan teknologi metal (Bronze) dan ini terjadi pada masa sebelum peristiwa banjir Deucalion. Menariknya peristiwa banjir ini terjadi pada masa peradaban manusia yang ke-3 yaitu masa Bronze Age (Ancient Greeks Bronze Age ini  tidak sama dengan definisi Bronze Age yang ada di jaman modern kita ini) , bandingkan dengan peristiwa banjir suku Hopi yang juga terjadi pada masa Dunia ke-3.
Menurut penyair Hesiod dari Yunani (750-650 SM) ada 5 masa(Ages) manusia yaitu Golden Age, Silver Age, Bronze Age, Heroic Age, dan Iron Age. Di masa Bronze Age manusia-manusianya berperangai keras dan bertubuh kuat karena perang merupakan tujuan dan kesenangan mereka. Armor pelindung, rumah dan alat-alat mereka dibuat dari metal (Bronze). Masa ini berakhir dengan peristiwa Banjir Deucalion.
http://en.wikipedia.org/wiki/Ages_of_Man


"Men of the Bronze Age were hardened and tough, as war was their purpose and passion. Zeus created these humans out of the ash tree. Their armor was forged of bronze, as were their homes, and tools. The men of this Age were undone by their own violent ways and left no named spirits; instead, they dwell in the "dank house of Hades". This Age came to an end with the flood of Deucalion."

Beberapa mitologi lainnya juga menceritakan mengenai terjadinya konflik atau perang saudara antar manusia sebelum peristiwa banjir besar :

http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Maori
Maori (New Zealand):
"Long ago, there were a great many different tribes, and they quarrelled and made war on each other. The worship of Tane, the creator, was being neglected and his doctrines denied. Two prophets, Para-whenua-mea and Tupu-nui-a-uta, taught the true doctrine about the separation of heaven and earth, but others just mocked them, and they became angry. So they built a large raft at the source of the Tohinga River, built a house on it, and provisioned it with fern-root, sweet potatoes, and dogs. Then they prayed for abundant rain to convince men of the power of Tane. Two men named Tiu and Reti, a woman named Wai-puna-hau, and other women also boarded the raft. Tiu was the priest on the raft, and he recited the prayers and incantations for rain. It rained hard for four or five days, until Tiu prayed for the rain to stop. But though the rain stopped, the waters still rose and bore the raft down the Tohinga river and onto the sea. In the eighth month, the waters began to thin; Tiu knew this by the signs of his staff. At last they landed at Hawaiki. The earth had been much changed by the flood, and the people on the raft were the only survivors. They worshipped Tane, Rangi (Heaven), Rehua, and all the gods, each at a separate alter. After making fire by friction, they made thanks-offerings of seaweed for their rescue. Today, only the chief priest may go to those holy spots. [Gaster, pp. 110-112; Kelsen, p. 133]"


http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Yakima
Yakima (Washington):
"In early times, many people had gone to war with other tribes; even medicine men had killed people. But there were still some good people. One of the good men heard from the Land Above that a big water was coming. He told the other good people, and they decided they would make a dugout boat from the largest cedar they could find. Soon after the canoe was finished, the flood came, filling the valleys and covering the mountains. The bad people were drowned; the good people were saved in the boat. We don't know how long the flood stayed. The canoe came down where it was built and can still be seen on the east side of Toppenish Ridge. The earth will be destroyed by another flood if people do wrong a second time. [Clark, p. 45]"


http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Ohlone
Ohlone (San Francisco to Monterey, California):
"A fight between the great forces of Good and Evil was followed by an immense flood. It wiped out all traces of the previous world and covered all the earth except two islands. Coyote, the only living thing in the world, stood on one of the islands (Mount Diablo or Pico Blanco). One day, he saw a feather floating on the water. It turned into Eagle as it reached the island. Later, they were joined by Hummingbird. This trio created a new race of people. Eagle told Coyote how to find a wife but did not tell him how to make children. Coyote told the girl to louse him and to swallow the woodtick she found. She became pregnant from this. Afraid, she ran away to the ocean and turned into a sand flea. Coyote found another wife and with her went out over the world, founding five tribes with five different languages. [Margolin 1978, pp. 134-135]"


http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Havasupai
Havasupai (lower Colorado River):
"Two brothers fueded, and Hokomata angrily sent a deluge which destroyed the world. Before it came, though, Tochopa sealed his daughter Pukeheh in a hollow log. She emerged when the flood subsided. She bore a son, fathered by the sun, and a daughter, fathered by a waterfall; these two repopulated the world. Havasupai women are called "Daughters of the Water". [Alexander, 1916, p. 180]"


http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Tarahumara
Tarahumara (Northern Mexico):
"People were once fighting among themselves, and Father God (Tata Dios) sent much rain, drowning everyone. After the flood, God sent three men and three women to repopulate the earth. They planted three kinds of corn which still grow in the country. [Gaster, p. 124]"


http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#WestAustralia
Western Australia:
"Long ago, two races, one white and one black, lived on opposite shores of a great river. At first they were on friendly terms, intermarrying, feasting together, etc. But the whites were more powerful and had better spears and boomerangs, so they came to feel superior and broke off relations. Some time later, it rained for several months. The river overflowed and forced the blacks to retreat into the hinterland. When the rains stopped and the waters receded, the blacks returned, to find that their neighbors had vanished under a wide sea. [Vitaliano, p. 166]"

http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Nisqually
Nisqually (Washington):
"The people became so numerous that they ate all the fish and game and started to eat each other. They were so wicked that Dokibatl, the Changer, flooded the earth. All living things were destroyed except one woman and one dog, which survived atop Tacobud (Mt. Ranier). From them the next race of people were born. They walked on four legs and lived like animals. To make matters worse, a huge and powerful bear came from the south. It had the power to paralyze with its gaze whatever it wanted to eat, and it threatened to eat all the people. The Changer sent a Spirit Man from the east to teach them civilization. He showed them how to make and use bows, canoes, clothing, fire, etc., and taught them about the spirits and the potlatch custom. He killed the bear with seven arrows, and he put all the ills of the world in a large building, but years later a curious daughter peeked in the building and let them out. [Clark, pp. 136-138]"

http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Lithuanian
Lithuanian:
"From his heavenly window, the supreme god Pramzimas saw nothing but war and injustice among mankind. He sent two giants, Wandu and Wejas (water and wind), to destroy earth. After twenty days and nights, little was left. Pramzimas looked to see the progress. He happened to be eating nuts at the time, and he threw down the shells. One happened to land on the peak of the tallest mountain, where some people and animals had sought refuge. Everybody climbed in and survived the flood floating in the nutshell. God's wrath abated, he ordered the wind and water to abate. The people dispersed, except for one elderly couple who stayed where they landed. To comfort them, God sent the rainbow and advised them to jump over the bones of the earth nine times. They did so, and up sprang nine other couples, from which the nine Lithuanian tribes descended. [Gaster, p. 93]"

Selain itu dari referensi literatur UFOlogy ternyata ada beberapa informasi menarik sekitar periode 30,000-20,000 tahun yang lalu di bumi :

Sumber referensi buku The White Sands Incident, Daniel W Fry:
http://danielfry.com/daniels-writings/white-sands-incident/



Dalam buku nya "The White Sands Incident" Daniel W Fry mengaku dikontak oleh alien yang mempunyai panggilan "Alan" dan memberikan informasi bahwa mereka adalah manusia bumi yang puluhan ribu (sekitar 30 ribu tahun lebih) tahun yang lalu meninggalkan bumi karena terjadi perang saudara yang menghancurkan sistem ekologi dan populasi mahluk hidup di bumi. 

Peperangan tersebut dikatakan terjadi antara 2 bangsa yang kita sekarang namakan Mu/Lemuria dan Atlantis, dan salah satu planet koloni yang mereka dirikan adalah di planet Mars.

Teks aslinya dalam bahasa inggris :


"These are things which I had hoped to put off until our next contact," Alan said. "There is so much to tell and so little time. Our ancestors came originally from this earth. They had built a great empire and a mighty science upon the Continent which your legends call 'Mu' or `Lemuria.' At the same time, there was also a great empire upon the Continent of Atlantis."There was rivalry in science. Friendly at first, but becoming bitter with the years, as each nation flaunted its achievements in the face of the other. In a few centuries their science had passed the point of development which exists here now. Not content with releasing a few crumbs of the binding energy of the atom, as your physicists are doing now, they had learned to rotate entire masses upon the energy axis. Under the circumstances, it was inevitable that the two nations should eventually destroy each other, just as the two major nations of the earth of today are preparing to do.
  ...
 "As I have said before: our ancestors were a group of survivors of the last complete collapse of civilization on this planet. This was more than thirty thousand years ago as you measure time today, but even then they had developed a material science which was, in some respects at least, considerably advanced over your present position. They followed the natural laws, instead of pitting one against the other as your science does, so that their devices were much simpler, and yet they could accomplish things which you have not yet been able to do. They, too, failed to realize the absolute necessity of an equal development of the spiritual and social values."A political and social cleft developed between the two principal nations of that era. Friction between the two increased yearly, until at last it exploded into a war of annihilation. Weapons of absolute energy were used by each nation against the other, weapons whose destructive power was a thousand times greater than that of the Hydrogen bomb which threatens your race today. There was no question of victory or defeat. They simply destroyed each other. There were few survivors and the radiation level of the entire surface of the planet had been raised beyond human tolerance. This did not mean that all survivors were doomed to immediate death from the radiation, but it did mean that progressive deterioration of the mental and biological functions, together with the large number of mutations which would be produced in succeeding generations, would, eventually, bring their level of existence down almost to that of the beast."On a high plateau, in what is now the country of Tibet, six of our aerial craft had been landed by their crews. A council was held to determine what, if anything, could be done."It was suggested that an attempt be made to reach another planet. The aerial craft then in use were capable of traveling in space and had been frequently used to reach elevations of a few hundred miles above the surface of the earth. However, no attempt had yet been made to leap the gulf between planets and the crew members were far from certain that such an attempt would prove successful.
 ...
 "The planet, which you now know as Mars, was then in conjunction with the earth and, at that time, the surface conditions of temperature, atmosphere, water, etc., were much better suited for human survival than the conditions which your astronomers report to exist at the present time."A vote was taken and the members of the crews of four of the craft elected to take the huge gamble in the hope of preserving thereby, at least a portion of the culture of the race."The remaining crew members believed that because of the elevation of the plateau on which they were gathered and the comparatively low level of the radiation which existed there, that they could continue to live in this area without suffering complete physical or mental degeneration in themselves or their descendants. They elected to remain."Since I can see the question which is forming in your mind, I will explain that this race had achieved perfect equality of the sexes and both were about equally represented in this council. Of the four craft which essayed the great leap, three arrived safely at their destination. There is no record in our history as to the fate of the fourth."For many generations the grim struggle for survival demanded the entire time and energy of the people. These were the dark ages of the new raceand we have comparatively little knowledge of this period. However, the original crew members, immediately after their arrival upon the new planet, compiled a carefully written history of the races of earth, pointing out the reasons for their downfall. Throughout the intervening centuries this history has been carefully preserved. It is known as 'The Great Lesson' and is the first thing which is taught to all of our youth when they begin to prepare themselves for active life."As the battle for survival was gradually won, the development of the material science resumed its normal pattern but with the lessons of the past constantly before our people, it was maintained always in its proper relationship to the social and spiritual values. We have found that all three of the sciences have the same basic natural laws and we have come far in their understanding."We are now essentially independent of planets. Some of our craft are very large, judged by your standards. They are many times the size of your largest ships. We are able to produce all of the necessities and comforts of our physical lives within these craft and since we have mastered the problem of energy, we have no personal need to land upon any of the planets, except occasionally to obtain raw material for new construction."The satisfaction of our own physical needs now requires but little time and effort, consequently we are able to devote much of our thought and energy to the assistance of those races which have not yet passed the critical point in their development."


Dan dari buku Timeless Earth,  Peter Kolosimo halaman 194 :





 "Einstein meyakini adanya pluralitas kehidupan di dunia2  lain dan berketetapan bahwa para navigator "piring terbang" adalah manusia-manusia yang meninggalkan bumi 20,000 tahun yang lalu dan sekarang kembali untuk melihat perkembangan para keturunannya"


"Einstein, for instance, believed in a plurality of inhabited worlds, and is said to have maintained that the navigators of "flying saucers" are human beings who left earth 20,000 years ago and return to see how their descendants are getting on."



Dan mengenai para manusia bumi yang hijrah membuat koloni-koloni luar angkasa ini ada juga beberapa referensi literatur UFOlogy yang menarik antara lain :

Dari referensi buku The Lost Journals of Nikola Tesla : Haarp - Chemtrails and Secret of Alternative 4 (Chapter 8), Tim R Swartz:
http://www.bibliotecapleyades.net/tesla/lostjournals/lostjournals08.htm



Nikolas Tesla melalui eksperimen radionya dikabarkan berhasil menangkap sinyal2 dari luar bumi, dia mengatakan bahwa sinyal2 itu berasal dari kaum manusia yang pada jaman dahulu pernah hidup di bumi dan kemudian berhasil mengembangkan teknologi untuk melakukan kolonisasi di luar angkasa, kaum manusia ini berhasil mengkolonisasi planet Mars dan juga bulan.


"Nikola Tesla became aware early in the 20th century that the planet was heating up, so much so that by the first decades of the 21st century, Earth would be almost uninhabitable for the human species. Tesla's source of information was the weird voices he was picking up off of his specially modified radio receiver. 


These mysterious voice broadcasts were the outcome of Tesla's initial research into strange radio signals he picked up during his experiments at Colorado Springs in 1899. By now, Tesla had improved his receiving equipment to enable him to pickup voice broadcasts. However, these voices were being heard on frequencies that were suppose to be unable to carry these kinds of transmissions, but they were there nevertheless. 


Tesla wrote that these voices were of men from other worlds -men who had lived on Earth sometime in its prehistoric past, had developed the technology to colonize nearby space and were still interested in the inhabitants they had left behind. These men had colonized the planet Mars as well as maintaining bases on the moon. Others of their kind had gone deeper into space, out of our solar system altogether to explore the galaxy."

Di dalam buku The Janos People yang ditulis oleh Frank Johnson diceritakan mengenai sekelompok alien yang mengadakan kontak dengan sebuah keluarga kecil sederhana dan menceritakan bahwa mereka berasal dari sebuah planet bernama Janos yang berjarak ribuan tahun cahaya.

Sumber Referensi buku The Janos People (Chapter 13), Frank Johnson: 
http://galactic.no/rune/janos2h.html



Menariknya setelah selesai interview Frank Johnson mengambil kesimpulan bahwa Alien Janos ini sepertinya berasal dari Bumi juga....
Alien Janos ini mengatakan :
"Kami mengetahui keberadaan Bumi sejak dahulu..."
"Kami mengetahui lokasi Bumi di Langit Luar Angkasa ..."
"Melihat kalian dan planet kalian (bumi), seperti membaca buku sejarah kami sendiri, karena bagi kami kalian adalah sejarah hidup ... "
"Kalian adalah orang-orang kami, karena kalian sama dengan kami ..."

THE DEEPER WE have dug into this matter of the Janos people, the clearer it has become that they are, in origin, Earthfolk who have been away from their planet of origin for a very long time. They themselves tell us:
"We knew about Earth from the past…."
"We knew where it was in the sky."
"Looking at you people and the planet, it is like stepping back into one of our own history books; to us, you are living history."
"You are our people, because you are the same as us."  


Jelas sudah kaum Nabi Nuh AS dibinasakan karena mereka sangat zalim dan melakukan kerusakan di bumi dengan berperang sesama manusia. Kezaliman kaum Nabi Nuh AS ini bahkan melebihi kezaliman kaum Aad dan kaum Tsamud menurut Al-Qur'an :


"dan bahwasanya Dia-lah Tuhan (yang memiliki) bintang syi`ra,
dan bahwasanya Dia telah membinasakan kaum Ad yang pertama,
dan kaum Tsamud. Maka tidak seorang pun yang ditinggalkan-Nya (hidup).
Dan kaum Nuh sebelum itu. Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang paling lalim dan paling durhaka,"
(QS An-Najm : 49-52)


Sekarang mari kita mencoba menjawab pertanyaan "Dimanakah bahtera Nabi Nuh AS sekarang ?" :



Mengenai lokasi bahtera Nabi Nuh AS sekarang, penemuan terakhir menunjukkan lokasinya di gunung Ararat, Turki. Ini kesimpulan dari video Noah's Ark Discovery oleh Ron Wyatt.
Referensi : 


Dari referensi UFOlogy ada pengakuan Bob Dean seorang mantan sersan mayor angkatan darat AS yang mengatakan bahwa memang ada "sesuatu" di gunung Ararat, Turki dan sebuah tim pasukan khusus US Navy SEAL memang pernah ditugaskan untuk mengamankan "artifak-artifak" dengan klasifikasi keamanan "Above Top Secret".
Referensi:


Berikut ini adalah cuplikan transkrip interview nya dalam bahasa inggris :

BD:  Keyhole. It was super-secret and probably the very best satellite system in the world. Well, they’ve probably made it even better now. They could supposedly read a postage stamp from space.
Well, there were some intriguing questions being raised by a number of people about what was known as the Ararat Anomaly. Are you familiar with the Ararat Anomaly?
Bill Ryan: Mount Ararat. Noah’s Ark.
KC:  OK.
BD:  And so, the guys in the NRO took their Keyhole system and focused on the Ararat Anomaly, which is, you know, a puzzle. Well, when the word got out, when the pictures were finally down-loaded and they computerized and enhanced them and cleaned them up, and they pushed them on the wall or they broadcast them on the wall there at NRO, the remarks went something like this -- and these are actual quotes: Jesus Christ, it’s a god-damn boat! Christ! It’s a big boat!
OK. One would say: Why would something like that be so highly classified that it is way above top secret? Why would the discovery of a boat on Mount Ararat be classified so far above, you know... anything?
Anyhow, the story comes out. The reason they classified it is because, after they discovered that it is a god-damn boat, a big god-damn boat, they inserted a team of SEALs on the site. That’s a term that the military uses to put a bunch of guys on a scene.
KC:  Right.
BD:  Apparently they dropped them by aircraft. They parachuted down, a dozen of them or so. They inserted them onto the scene and these guys spent several days in this god-damn boat. And then they extracted them by helicopters.
And when they extracted them, the guys brought with them some “anomalous artifacts” which have never been described or named. But those anomalous artifacts is what led to this whole thing being classified not only Top Secret, but the way the hell above.
And that’s a little bit of information that’s come out via the network of the Old Boys.
KC:  So are you saying this is Noah’s Ark?
BD:  No one knows what it is. It was originally the Ararat Anomaly, but then they discovered that it was a gigantic boat, apparently, and...
KC:  But a boat built by humans?
BD:  Well, it appears to be. It’s essentially, from what they gathered, wood. But, it’s a work of genius, apparently. It was intricately put together, and it’s really...
K: And it’s survived all these years.
Dari riset literatur saya menemukan informasi bahwa kemungkinan kaum Nabi Nuh AS ini sebagian atau mungkin semuanya adalah kaum yang berfisik raksasa (Giants). 

Sebenarnya ini bisa dilihat dari ayat-ayat Al-Qur'an yang mengindikasikan bahwa kaum Aad bertubuh raksasa, karena kaum Aad adalah pengganti/keturunan kaum Nabi Nuh AS maka secara logis bisa ditarik kesimpulan bahwa kaum Nabi Nuh AS juga kemungkinan bertubuh raksasa.
Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS Al-A'raf:69) Adapun kaum 'Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: "Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?" Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah Yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami. (QS Al-Fushilat:15)

Selain itu dari beberapa referensi literatur juga diindikasikan bahwa kaum Aad (Adites) bertubuh raksasa. 

http://www.sacred-texts.com/atl/ataw/ataw401.htm 

Atlantis, the Antediluvian World, Ignatius Donnelly, page 277 The Adites are remembered by the Arabians as a great and civilized race. "They are depicted as men of gigantic stature; their strength was equal to their size, and they easily moved enormous blocks of stone." http://books.google.com.sg/books?id=NwvgPxA62KkC&pg=PA12 The Atlantis Encyclopedia, Frank Joseph, page 12 In Arabic tradition, the Adites are portrayed as giants (the Atlantean Titans of Greek Mythology), superior architects and builders who raised great stone monuments.


Selain itu juga bisa dilihat dari banyak mitologi yang menginformasikan keberadaan para raksasa sebelum peristiwa banjir besar :

http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Pawnee Pawnee (Nebraska): "The first people on the earth were giants, very big and strong. They did not believe in the creator Ti-ra-wa. They thought nothing could overcome them. They grew increasingly worse. At last Ti-ra-wa grew angry and raised the water to the level of the land so that the ground became soft. The giants sank into the mud and drowned. Their bones can still be found today. Ti-ra-wa then created a man and woman, like people of today, and gave them corn. The Pawnees are descended from them. [Grinnell, pp. 355-356]" http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Zapotec Zapotec (Oaxaca, southern Mexico): "The earth was dark and cold. The only inhabitants were giants, and God was angry with them for their idolatry. Some giants, feeling that a flood was coming, carved underground houses for themselves out of great slabs of rock. Some thus escaped destruction and may still be found hidden in certain caverns. Other giants hid in the forests and became monkeys. [Horcasitas, p. 199]" http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Inca Inca (Peru): "The creator god Viracocha made the earth and sky, and he created stone giants to live in it. After a while the giants became lazy and quarrelsome, and Viracocha decided to destroy them. Some he turned back to stone, and these stone statues still exist at Tiahuanaco and Pucara. He destroyed the rest with a great flood. When the flood subsided, it left the lakes Titicaca and Poopo, and it left seashells on the Altiplano at elevations of 3660 m. Viracocha saved two stone giants from the flood and with their help created people his own size. He reached down into Lake Titicaca and drew out the Sun and Moon to provide light so he could admire his new creation. In those days, the Moon was even brighter than the Sun, but the Sun grew jealous and threw ashes onto the Moon's face. [Gifford, p. 54]" http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Scandinavian Scandinavian: "Oden, Vili, and Ve fought and slew the great ice giant Ymir, and icy water from his wounds drowned most of the Rime Giants. The giant Bergelmir escaped, with his wife and children, on a boat made from a hollowed tree trunk. From them rose the race of frost ogres. Ymir's body became the world we live on. His blood became the oceans. [Sturluson, p. 35]" http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Celtic Celtic: "Heaven and Earth were great giants, and Heaven lay upon the Earth so that their children were crowded between them, and the children and their mother were unhappy in the darkness. The boldest of the sons led his brothers in cutting up Heaven into many pieces. From his skull they made the firmament. His spilling blood caused a great flood which killed all humans except a single pair, who were saved in a ship made by a beneficent Titan. The waters settled in hollows to become the oceans. The son who led in the mutilation of Heaven was a Titan and became their king, but the Titans and gods hated each other, and the king titan was driven from his throne by his son, who was born a god. That Titan at last went to the land of the departed. The Titan who built the ship, whom some consider to be the same as the king Titan, went there also. [Sproul, pp. 172-173]" http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Chaldean Chaldean: "According to accounts attributed to Berosus, the antediluvians were giants who became impious and depraved, except one among them that reverenced the gods and was wise and prudent. His name was Noa, and he dwelt in Syria with his three sons Sem, Japet, Chem, and their wives Tidea, Pandora, Noela, and Noegla. From the stars, he foresaw destruction, and he began building an ark. 78 years after he began building, the oceans, inland seas, and rivers burst forth from beneath, attended by many days of violent rain. The waters overflowed all the mountains, and the human race was drowned except Noa and his family who survived on his ship. The ship came to rest at last on the top of the Gendyae or Mountain. Parts of it still remain, which men take bitumen from to make charms against evil. [H. Miller, pp. 291-292]" http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Montagnais Montagnais (northern Gulf of St. Lawrence): "Being angry with giants, God commanded a man to build a large canoe. The man did so, and when he embarked, the water rose till no land was visible anywhere. Weary of seeing nothing but water, the man threw an otter into it. The otter dived and brought up a little mud, which the man breathed on and caused to expand. He placed the earth on the water and prevented it from sinking. After awhile, he placed reindeer on the new island, but they completed a circuit of the island quickly, so he concluded it wasn't yet large enough. He continued to blow on it and grow it so the mountains, lakes, and rivers were formed; then he disembarked. [Gaster, p. 117]"


Informasi yang sama juga termuat di bible pada chapter Genesis 6:1-13, mengenai keberadaan para raksasa (Giants) sebelum peristiwa banjir besar :
http://www.vatican.va/archive/bible/genesis/documents/bible_genesis_en.html Bible Genesis 6:1-13 [6:1] When people began to multiply on the face of the ground, and daughters were born to them, [6:2] the sons of God saw that they were fair; and they took wives for themselves of all that they chose. [6:3] Then the LORD said, "My spirit shall not abide in mortals forever, for they are flesh; their days shall be one hundred twenty years." [6:4] The Nephilim were on the earth in those days - and also afterward - when the sons of God went in to the daughters of humans, who bore children to them. These were the heroes that were of old, warriors of renown. [6:5] The LORD saw that the wickedness of humankind was great in the earth, and that every inclination of the thoughts of their hearts was only evil continually. [6:6] And the LORD was sorry that he had made humankind on the earth, and it grieved him to his heart. [6:7] So the LORD said, "I will blot out from the earth the human beings I have created - people together with animals and creeping things and birds of the air, for I am sorry that I have made them." [6:8] But Noah found favor in the sight of the LORD. [6:9] These are the descendants of Noah. Noah was a righteous man, blameless in his generation; Noah walked with God. [6:10] And Noah had three sons, Shem, Ham, and Japheth. [6:11] Now the earth was corrupt in God's sight, and the earth was filled with violence. [6:12] And God saw that the earth was corrupt; for all flesh had corrupted its ways upon the earth. [6:13] And God said to Noah, "I have determined to make an end of all flesh, for the earth is filled with violence because of them; now I am going to destroy them along with the earth.

Para Nephilim ini adalah kaum raksasa (Giants) kalau kita melihat keterangan di Bible Numbers 13:32-33 http://www.biblegateway.com/passage/?search=?Numbers+13:32-33
32.And they spread among the Israelites a bad report about the land they had explored. They said, “The land we explored devours those living in it. All the people we saw there are of great size. 33.We saw the Nephilim there (the descendants of Anak come from the Nephilim). We seemed like grasshoppers in our own eyes, and we looked the same to them.”


Artikel yang sama ada di http://www.islamicufo.org