Sunday

Misteri kisah manusia-manusia raksasa : Nephilim dan kaum Ad



Sejarah peradaban manusia dipenuhi oleh cerita-cerita mengenai manusia raksasa, ada 2 kisah manusia raksasa yang menarik yaitu kisah Nephilim dari bible dan book of enoch, dan kisah kaum Ad dari Al-Qur'an.

Sebenarnya dari abad ke-18 sampai 21 sekarang terdapat dokumentasi manusia-manusia yang berfisik raksasa sebagai berikut jadi keberadaan manusia yang berfisik raksasa bukanlah khayalan belaka:

Referensi :
http://listverse.com/2008/05/20/top-10-amazing-true-life-giants/

 

Selain itu ada juga  penemuan mumi raksasa di San Diego AS dan fosil manusia raksasa di Irlandia.

Referensi :
http://greaterancestors.com/the-san-diego-giant/
The mummy of the “tallest human giant who over lived” was being barked by a at the Atlantic exposition while., a number of these Smithsonian scientists were there. They asked
permission to examine It and when consent was given applied their tapes and found that It measured eight feet four Inches from crown to heel. The giant had been found In a cave near San Diego. Cal., by a parly of prospectors, according to the exhibitor. 





Referensi :
http://greaterancestors.com/1194-2/

An article from Strand magazine (December,1895) reprinted in “Traces of the Elder Faiths of Ireland” by W.G. Wood-Martin mentions this fossilized giant discovered during mining operations in County Antrim, Ireland: “Pre-eminent among the most extraordinary articles ever held by a railway company is the fossilized Irish giant, which is at this moment lying at the London and North-Western Railway Company’s Broad street goods depot, and a photograph of which is reproduced here. . . This monstrous figure is reputed to have been dug up by a Mr. Dyer whilst prospecting for iron ore in County Antrim. The principal measurements are: entire length, 12ft. 2in.; girth of chest, 6ft. 6in.; and length of arms, 4ft. 6in. There are six toes on the right foot. The gross weight is 2 tons 15cwt.; so that it took half a dozen men and a powerful crane to place this article of lost property in position for the Strand magazine artist. Dyer, after showing the giant in Dublin, came to England with his queer find and exhibited it in Liverpool and Manchester at sixpence, sixpence a head, attracting scientific men as well as gaping sightseers”.




Pada tahun 1912 seorang petani bernama Stoffel Coetzee menemukan jejak kaki manusia raksasa di Mpaluzi, Afrika Selatan yang diperkirakan berusia antara 200 juta s/d 3 milyar tahun. Sekitar tahun 2012 Michael Tellinger mempublikasikan temuan ini di youtube.
http://www.youtube.com/watch?v=dRuxw-nZoJw
http://www.youtube.com/watch?v=HUEt4joP9x0



Sebenarnya ada juga indikasi bahwa manusia berfisik raksasa pernah menghuni pulau Sumatera, di Tapak Tuan, Aceh Selatan ada sebuah bekas tapak kaki raksasa dengan ukuran sekitar 5 meter.

Referensi :

http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/06/23/pantai-legenda-di-aceh-selatan-466553.html

http://www.youtube.com/watch?v=NpBDTRndBUQ



Menurut mitologi setempat Tuan Tapa pemilik tapak kaki raksasa tersebut menyelamatkan seorang putri dari India dari cengkeraman para Naga dari Cina. Kisah ini mirip dengan Ramayana dimana ada raksasa dan putri dari India namun di Sumatera raksasanya menjadi tokoh protagonis dan bukan antagonis, analisa bahwa Rahwana adalah tokoh protagonis pernah diutarakan oleh Agus Sunyoto dalam bukunya Rahwana Tattwa. Sebagai tambahan informasi di sekitar lokasi juga terdapat makam Tuan Tapa yang mempunyai panjang sekitar 20 meter.


Referensi :
http://demaljaktsa.wordpress.com/2013/04/19/alkisah-naga-menjemput-putri-melawan-petapa-yang-bijak-dan-sakti/ 


Nephilim adalah nama dari kelompok manusia hasil hubungan kelompok manusia langit (Sons of God) dan kelompok manusia bumi (Daughters of men) menurut referensi bible (dan book of enoch), kejadiannya sebelum banjir bah Nabi Nuh AS dan arti kata Nephilim sendiri dalam bahasa yahudi adalah "raksasa".

http://en.wikipedia.org/wiki/Nephilim#In_the_Hebrew_Bible
The term "Nephilim" occurs just twice in the Hebrew Bible, both in the Torah. The first is Genesis 6:1–4 NAS, immediately before the story of Noah's ark:
Now it came about, when men began to multiply on the face of the land, and daughters were born to them, that the sons of God saw that the daughters of men were beautiful; and they took wives for themselves, whomever they chose. Then the LORD said, "My Spirit shall not strive with man forever, because he also is flesh; nevertheless his days shall be one hundred and twenty years." The Nephilim were on the earth in those days, and also afterward, when the sons of God came in to the daughters of men, and they bore children to them. Those were the mighty men who were of old, men of renown.

http://en.wikipedia.org/wiki/Nephilim#Etymology
The Brown-Driver-Briggs Lexicon gives the meaning of Nephilim as "giants."

Menurut saya pribadi para manusia langit (Sons of God) ini bukanlah alien ataupun malaikat. Karena perkawinan antara spesies manusia bumi dan spesies alien bukanlah hal yang mudah (bahkan alien greys yang melakukan percobaan hybrid genetik manusia bumi dan alien pun butuh waktu untuk penyempurnaan dan sampai saat ini belumlah sempurna benar, referensi buku "The Threat" karangan David Jacobs). Sedangkan malaikat menurut agama Islam (dan  bahkan kristen pun) tidak mempunyai hasrat/kemampuan untuk berkawin. Jadi sangat mungkin para manusia langit ini adalah manusia-manusia bumi yang dulu pindah dari bumi untuk membuat koloni-koloni di luar bumi dan kemudian kembali lagi ke bumi.

Para Nephilim yang merupakan keturunan dari Langit (Sons of God) dan Bumi (Daughter of Men) ini kalau di mitologi yunani kuno merupakan para dewa Titans dan saudara-saudaranya yang semuanya merupakan anak-anak Langit (Uranus) dan Bumi (Gaia). 

Namun bahkan di jaman yunani kuno pun banyak yang sudah menyadari bahwa para dewa dan para manusia biasa itu sebenarnya bersaudara dan berasal dari satu keturunan.

Pindar seorang penyair yunani (522-443 SM) dalam Nemean Ode ke-6 menyatakan bahwa :"Ada satu ras manusia, satu ras dewa, keduanya berasal dari satu ibu. Tapi sebuah kekuatan memecah kita, sehingga satu pihak tidak mencapai apapun, sedangkan pihak yang lain mencapai kemajuan setinggi langit dan berhasil membuat kota-kota abadi".

http://books.google.com/books?id=ouOmOC6Z1HkC&pg=PA22
 "There is one/race of men, one race of gods; both have breath/of life from a single mother. But sundered power/holds us divided, so that one side is nothing, while on the other the brazen sky is established/a sure citadel forever..."

Hal yang sama juga dinyatakan oleh Hesiod yang juga seorang penyair yunani (750-650 SM) dalam karyanya "Works and Days" : "Bahwa para dewa dan para manusia biasa berasal dari satu keturunan ... ".

http://books.google.com/books?id=ouOmOC6Z1HkC&pg=PA23
"how the gods and mortal men sprang from one source..."


Kisah para Nephilim dari bible (dan book of enoch) ini selain terdapat di yunani, juga terdapat di mesir, india, sumeria dan bahkan di nusantara seperti pernah saya uraikan dalam artikel "Kisah Anak-anak Langit dan Bumi".

Menurut Book of Enoch salah satu dari kelompok manusia langit yaitu Azazel mengajarkan teknologi metalurgi dan cara pembuatan alat-alat perang seperti pisau, pedang, tameng dan baju besi, dan akibat perbuatannya seluruh bumi mengalami kerusakan (karena peperangan?).

http://en.wikipedia.org/wiki/Azazel#In_1_Enoch_and_3_Enoch

"The whole earth has been corrupted through the works that were taught by Azazel: to him ascribe all sin. "

— 1 Enoch 10:8
According to 1 Enoch (a book of the Apocrypha), Azazel (here spelled ‘ăzā’zyēl) was one of the chief Grigori, a group of fallen angels who married women. This same story (without any mention of Azazel) is told in Genesis 6:2–4:
That the sons of God saw the daughters of men that they were fair; and they took them wives of all which they chose. […] There were giants in the earth in those days; and also afterward, when the sons of God came in unto the daughters of men, and they bore children to them, the same became mighty men which were of old, men of renown.
1 Enoch portrays Azazel as responsible for teaching people to make weapons and cosmetics, for which he was cast out of heaven. 1 Enoch 8:1–3a reads:
And Azazel taught men to make swords and knives and shields and breastplates; and made known to them the metals [of the earth] and the art of working them; and bracelets and ornaments; and the use of antimony and the beautifying of the eyelids; and all kinds of costly stones and all colouring tinctures. And there arose much godlessness, and they committed fornication, and they were led astray and became corrupt in all their ways.

Mungkinkah para manusia langit mengajarkan teknologi ke manusia bumi sehingga menimbulkan konflik perang saudara dengan menggunakan teknologi tinggi yang akhirnya mengakibatkan kerusakan di muka bumi?

Referensi :
http://www.firstpeople.us/FP-Html-Legends/TheEndoftheThirdWorld-Hopi.html

Ini cuplikan cerita mitologi Flying Shields (Tameng Terbang) atau Patuwvota dari suku Indian Amerika "Hopi" :

"... Under the leadership of the Bow Clan, they began to use their creative power in another evil and destructive way. Perhaps this was caused by that wicked woman. But some of them made a pátuwvota (a shield made of hide) and with their creative power, made it fly through the air.
On this, many people flew to a big city, attacked it, then returned so fast that no one knew where they came from. Soon the people of many cities were making pátuwvotas and flying on them to attack one another. So corruption and war came to the Third World as it had to the others..."

Terjemahannya kira2 begini :

"...Dibawah pimpinan dari suku Busur (Bow Clan) mereka menggunakan kekuatan kreatif mereka untuk hal-hal yang jahat dan menghancurkan. Mungkin ini disebabkan oleh pengaruh "sang wanita jahat". Tapi beberapa dari mereka membuat patuwvota (tameng terbang) dan dengan kekuatan kreatif mereka dapat membuatnya terbang menembus udara.
Dengan benda ini, banyak orang terbang ke sebuah kota besar, menyerangnya, dan kemudian kembali dengan sangat cepat sehingga tidak ada yang tahu dari mana mereka berasal. Tak lama kemudian orang-orang di kota-kota lain juga membuat patuwvota(tameng terbang) dan terbang dengan benda2 itu untuk menyerang satu sama lain. Maka di jaman Dunia Fase Ketiga ini terjadilah korupsi (jiwa) dan perang ..."



Dalam cerita mitologi suku Hopi ada beberapa fase dunia dan di akhir tiap fase dunia terjadi bencana. Menurut suku Hopi kita sekarang berada di fase dunia keempat dan fase dunia ketiga  dinamakan Kuskurza : Para manusia di jaman ini masih mempunyai kemampuan telepati tapi tidak sekuat seperti di jaman sebelumnya. Kota2 besar dan kerajaan2/negara2 besar dibangun di jaman ini. Teknologi sepertinya mencapai taraf yang sangat tinggi di jaman ini. Namun seiring dengan kemajuan teknologi tinggi maka perang antar negara/kota tidak terelakkan, di jaman ini muncullah wahana yang dinamakan patuwvotas atau "tameng terbang" yang bisa terbang sangat cepat dan menyerang negara/kota lain. Akhirnya perang antar negara/kota terjadi di bumi pada jaman ini. Dunia ini dihancurkan oleh banjir besar, para manusia sebagian bisa selamat dengan mengungsi di sejenis perahu besar.

Sebenarnya dari mitologi peradaban yunani kuno juga ada indikasi terjadinya peperangan dengan menggunakan teknologi metal (Bronze) dan ini terjadi pada masa sebelum peristiwa banjir Deucalion. Menariknya peristiwa banjir ini terjadi pada masa peradaban manusia yang ke-3 yaitu masa Bronze Age (Ancient Greeks Bronze Age ini  tidak sama dengan definisi Bronze Age yang ada di jaman modern kita ini) , bandingkan dengan peristiwa banjir suku Hopi yang juga terjadi pada masa Dunia ke-3.
Menurut penyair Hesiod dari Yunani (750-650 SM) ada 5 masa(Ages) manusia yaitu Golden Age, Silver Age, Bronze Age, Heroic Age, dan Iron Age. Di masa Bronze Age manusia-manusianya berperangai keras dan bertubuh kuat karena perang merupakan tujuan dan kesenangan mereka. Armor pelindung, rumah dan alat-alat mereka dibuat dari metal (Bronze). Masa ini berakhir dengan peristiwa Banjir Deucalion.

http://en.wikipedia.org/wiki/Ages_of_Man
"Men of the Bronze Age were hardened and tough, as war was their purpose and passion. Zeus created these humans out of the ash tree. Their armor was forged of bronze, as were their homes, and tools. The men of this Age were undone by their own violent ways and left no named spirits; instead, they dwell in the "dank house of Hades". This Age came to an end with the flood of Deucalion."

Beberapa mitologi lainnya juga menceritakan mengenai terjadinya konflik atau perang saudara antar manusia sebelum peristiwa banjir besar :

http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Maori
Maori (New Zealand): 
"Long ago, there were a great many different tribes, and they quarrelled and made war on each other. The worship of Tane, the creator, was being neglected and his doctrines denied. Two prophets, Para-whenua-mea and Tupu-nui-a-uta, taught the true doctrine about the separation of heaven and earth, but others just mocked them, and they became angry. So they built a large raft at the source of the Tohinga River, built a house on it, and provisioned it with fern-root, sweet potatoes, and dogs. Then they prayed for abundant rain to convince men of the power of Tane. Two men named Tiu and Reti, a woman named Wai-puna-hau, and other women also boarded the raft. Tiu was the priest on the raft, and he recited the prayers and incantations for rain. It rained hard for four or five days, until Tiu prayed for the rain to stop. But though the rain stopped, the waters still rose and bore the raft down the Tohinga river and onto the sea. In the eighth month, the waters began to thin; Tiu knew this by the signs of his staff. At last they landed at Hawaiki. The earth had been much changed by the flood, and the people on the raft were the only survivors. They worshipped Tane, Rangi (Heaven), Rehua, and all the gods, each at a separate alter. After making fire by friction, they made thanks-offerings of seaweed for their rescue. Today, only the chief priest may go to those holy spots. [Gaster, pp. 110-112; Kelsen, p. 133]"

http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Yakima
Yakima (Washington): 
"In early times, many people had gone to war with other tribes; even medicine men had killed people. But there were still some good people. One of the good men heard from the Land Above that a big water was coming. He told the other good people, and they decided they would make a dugout boat from the largest cedar they could find. Soon after the canoe was finished, the flood came, filling the valleys and covering the mountains. The bad people were drowned; the good people were saved in the boat. We don't know how long the flood stayed. The canoe came down where it was built and can still be seen on the east side of Toppenish Ridge. The earth will be destroyed by another flood if people do wrong a second time. [Clark, p. 45]"

http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Ohlone
Ohlone (San Francisco to Monterey, California): 
"A fight between the great forces of Good and Evil was followed by an immense flood. It wiped out all traces of the previous world and covered all the earth except two islands. Coyote, the only living thing in the world, stood on one of the islands (Mount Diablo or Pico Blanco). One day, he saw a feather floating on the water. It turned into Eagle as it reached the island. Later, they were joined by Hummingbird. This trio created a new race of people. Eagle told Coyote how to find a wife but did not tell him how to make children. Coyote told the girl to louse him and to swallow the woodtick she found. She became pregnant from this. Afraid, she ran away to the ocean and turned into a sand flea. Coyote found another wife and with her went out over the world, founding five tribes with five different languages. [Margolin 1978, pp. 134-135]"

http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Havasupai
Havasupai (lower Colorado River): 
"Two brothers fueded, and Hokomata angrily sent a deluge which destroyed the world. Before it came, though, Tochopa sealed his daughter Pukeheh in a hollow log. She emerged when the flood subsided. She bore a son, fathered by the sun, and a daughter, fathered by a waterfall; these two repopulated the world. Havasupai women are called "Daughters of the Water". [Alexander, 1916, p. 180]"

http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Tarahumara
Tarahumara (Northern Mexico): 
"People were once fighting among themselves, and Father God (Tata Dios) sent much rain, drowning everyone. After the flood, God sent three men and three women to repopulate the earth. They planted three kinds of corn which still grow in the country. [Gaster, p. 124]"

http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#WestAustralia
Western Australia:
"Long ago, two races, one white and one black, lived on opposite shores of a great river. At first they were on friendly terms, intermarrying, feasting together, etc. But the whites were more powerful and had better spears and boomerangs, so they came to feel superior and broke off relations. Some time later, it rained for several months. The river overflowed and forced the blacks to retreat into the hinterland. When the rains stopped and the waters receded, the blacks returned, to find that their neighbors had vanished under a wide sea. [Vitaliano, p. 166]"

http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Nisqually
Nisqually (Washington):
"The people became so numerous that they ate all the fish and game and started to eat each other. They were so wicked that Dokibatl, the Changer, flooded the earth. All living things were destroyed except one woman and one dog, which survived atop Tacobud (Mt. Ranier). From them the next race of people were born. They walked on four legs and lived like animals. To make matters worse, a huge and powerful bear came from the south. It had the power to paralyze with its gaze whatever it wanted to eat, and it threatened to eat all the people. The Changer sent a Spirit Man from the east to teach them civilization. He showed them how to make and use bows, canoes, clothing, fire, etc., and taught them about the spirits and the potlatch custom. He killed the bear with seven arrows, and he put all the ills of the world in a large building, but years later a curious daughter peeked in the building and let them out. [Clark, pp. 136-138]"

http://www.talkorigins.org/faqs/flood-myths.html#Lithuanian
Lithuanian:
"From his heavenly window, the supreme god Pramzimas saw nothing but war and injustice among mankind. He sent two giants, Wandu and Wejas (water and wind), to destroy earth. After twenty days and nights, little was left. Pramzimas looked to see the progress. He happened to be eating nuts at the time, and he threw down the shells. One happened to land on the peak of the tallest mountain, where some people and animals had sought refuge. Everybody climbed in and survived the flood floating in the nutshell. God's wrath abated, he ordered the wind and water to abate. The people dispersed, except for one elderly couple who stayed where they landed. To comfort them, God sent the rainbow and advised them to jump over the bones of the earth nine times. They did so, and up sprang nine other couples, from which the nine Lithuanian tribes descended. [Gaster, p. 93]"

Kapankah munculnya kelompok Nephilim di muka bumi ini? 

Referensi menyatakan bahwa kejadiannya sebelum banjir besar. Berdasarkan analisa dalam artikel "Misteri jaman Nabi Nuh AS bagian 2" peristiwa banjir besar terjadi  sekitar 250 juta tahun yang lalu. Berarti para Nephilim ini muncul sebelum 250 juta tahun yang lalu.

Siapakah leluhur para Nephilim yang berasal dari luar bumi tersebut? 

Dan mengapa mereka bisa menurunkan para Nephilim yang berfisik raksasa?

Untuk menjawab hal itu kita harus melihat periode Carboniferous yang mencakup periode  298.9-358.9 juta tahun yang lalu. Pada periode ini bahkan semua mahluk hidup baik itu binatang dan tumbuhan berfisik raksasa.

Capung di masa sekarang mungkin hanya mempunyai rentangan sayap beberapa cm, tapi capung raksasa Meganeura yang hidup di jaman Carboniferous mempunyai rentangan sayap sampai 65 cm.

Referensi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Meganeura



Fossil Meganeura :






















Model replika Meganeura :













Tumbuhan pakis yang jaman sekarang paling tinggi hanya mencapai beberapa meter di jaman Carboniferous bisa mencapai 40 meter tingginya.

Referensi :
http://taggart.glg.msu.edu/isb200/carbfor.htm



Apa yang menyebabkan mahluk-mahluk hidup bisa berfisik raksasa di jaman Carboniferous?

Salah satu faktor yang diduga dapat membuat binatang seperti capung bisa mempunyai fisik raksasa adalah tingginya kadar Oksigen(O2) di akhir jaman Carboniferous sekitar 300 juta tahun yang lalu.


Di jaman Carboniferous yaitu sekitar 300 juta tahun yang lalu dimana kadar Oksigen bisa mencapai sekitar 35%, serangga2 rata2 berukuran besar, sebagai contoh seekor 
capung (Meganeura) pada jaman itu bisa berukuran sampai 75 cm.
Seorang ilmuwan ahli Palaeobiologist bernama John VandenBrooks dari Arizona State University, AS menyatakan bahwa tim riset nya telah berhasil membuktikan bahwa kadar 
oksigen mempengaruhi besar ukuran serangga. Dalam percobaannya tim riset nya telah mencoba melakukan simulasi kadar oksigen tinggi 31% (mencontoh kadar oksigen pada 
jaman Carboniferous yang bisa sampai 35%) kepada fruit flies(lalat buah), beetles(kumbang), dragonflies(capung) dan cockroaches(kecoak). Hasilnya lalat buah, kumbang dan capung ternyata mengalami pembesaran badan sedang kecoak tidak. Capung mengalami pembesaran badan sampai dengan 15% pada kadar oksigen tinggi (31%), dan mengalami pengecilan badan sampai dengan 20% pada kadar oksigen rendah (12%).

Referensi :
Big insects provide big answers about oxygen (Arizone State University Web Site)

https://asunews.asu.edu/20130405_bigbugs




Seorang ilmuwan jepang Dr. Kei Mori membiakkan tanaman tomat dalam sebuah kubah plastik yang memfilter ultra violet dan di dalamnya dia menambahkan kadar CO2. Setelah 2 tahun tumbuhlah tanaman tomat setinggi 16 feet (4.8768 meter) dengan 903 buah tomat. Setelah 6 tahun tanaman tomat yang sama tumbuh setinggi 30 feet (9.144 meter) dengan 5000 buah tomat.
Menariknya kondisi yang dia terapkan itu kemungkinan besar mirip dengan kondisi periode Carboniferous sekitar 358.9 juta tahun yang lalu sampai dengan 298.9 juta tahun yang lalu. Di masa awal Carboniferous tingkat CO2 relatif tinggi yaitu sekitar 1500 ppm (sekarang sekitar 400 ppm). Sedangkan tingkat O2 pada masa itu kemungkinan pada awalnya sama dengan sekarang setelah itu terus naik sampai 35% (sekarang sekitar 20%). Kemungkinan tingkat O3(Ozone) pada masa itu juga tinggi karena O3 terbuat dari O2. Dan tingginya tingkat Ozone berarti radiasi ultra violet nyaris tidak ada yang masuk ke permukaan bumi. Dan masa Carboniferous ini memang terkenal dengan melimpahnya tumbuhan-tumbuhan raksasa. 

Referensi :
http://www.discourseanddisclosure.com/frontPage/tomato.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/File:Sauerstoffgehalt-1000mj2.png
http://www.geocraft.com/WVFossils/Carboniferous_climate.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Carboniferous
http://facstaff.gpc.edu/~pgore/geology/geo102/carbonif.htm
http://www.fossils-facts-andfinds.com/carboniferous_period.html
http://www.geologyclass.org/cambrian_concepts3.htm


Selain kadar O2 sepertinya ketebalan O3(Ozone) juga berpengaruh terhadap mahluk hidup karena melindungi dari sinar Ultra Violet. Di akhir Carboniferous kadar O2 relatif tinggi  dan kemungkinan besar kadar O3 (Ozone) juga tinggi karena O3 berasal juga dari O2.

Ultraviolet berbahaya terhadap semua jenis mahluk hidup, sebagai contoh embryo sea urchin (bulu babi) yang terkena radiasi UV akan mengalami mutasi abnormal.

Marine organisms living in shallow water experience damaging levels of ultraviolet (UV) radiation. A healthy green sea urchin embryo (Strongylocentrotus droebachiensis) appears above left. A UV-irradiated green sea urchin embryo (above right) displays an abnormal, extruded gut. (Micrographs courtesy Nikki L. Adams,  University of California, Santa Barbara)

Referensi:


Ultra Violet juga berpengaruh pada kesehatan manusia. Ultra Violet adalah termasuk gelombang Electro Magnet (EM) dengan panjang gelombang antara 400-100 nm. Ada 3 jenis Ultra Violet :

  1. UVA : 400-315 nm
  2. UVB : 315-280 nm
  3. UVC : 280-100 nm
UVC adalah yang paling berbahaya karena bisa mengionisasi, namun untungnya UVC 150-200nm tertahan oleh atmosfer karena proses siklus Ozone-Oxygen. Namun sebagian UVC yaitu 280-150 nm masih bisa tembus mencapai permukaan bumi.UVC berbahaya karena bisa merusak kulit atau mematikan sel kulit dan juga menyebabkan infeksi pada mata.  Sejauh ini tidak ditemukan indikasi bahwa UVC menyebabkan kanker kulit. 
UVB adalah penyebab utama terjadinya kanker kulit. Dulu para ilmuwan mengira hanya UVB yang berbahaya karena bisa menyebabkan kanker kulit. Sebagian radiasi UVB bisa ditahan oleh atmosfer (Ozone).
Namun kini ditemukan juga bahwa UVA juga berbahaya karena bisa melakukan penetrasi sampai ke lapisan dalam kulit. Selain menyebabkan kanker kulit, sunburn, UVA juga menyebabkan premature aging pada kulit.

Secara umum bahaya terhadap kesehatan dari UV adalah :

  • Skin cancer (melanoma and nonmelanoma)
  • Premature aging of the skin and other skin problems
  • Cataracts and other eye damage
  • Immune system suppression
Selain itu pada tahun 2009 ditemukan hasil penelitian bahwa bayi di dalam kandungan wanita yang sedang hamil bila terekspose dengan radiasi UV yang berlebihan (yang biasanya terjadi pada Peak Solar Cycle) akan mengalami gangguan immune system dan akan mengalami penurunan umur life expectancy sebesar kira2 1.5 tahun.

Menariknya Fritz-Albert Popp seorang ilmuwan Biofisika menemukan bahwa carcinogen (zat penyebab timbulnya kanker) menyerap gelombang UV pada panjang gelombang 380nm. 

Sayangnya belum ada penelitian lanjutan tentang hal ini, namun saya pribadi menduga exposure terhadap gelombang UV adalah salah satu penyebab utama terjadinya penyakit kanker.

Referensi :

Ada kemungkinan tekanan (pressure) atmosfer di masa sebelum era dinosaurus  relatif lebih tinggi dari masa sekarang dan ini membuka kemungkinan bahwa lapisan atmosfer bumi pada saat itu juga lebih tebal (lihat garis-kurva c pada gambar).
Referensi :

http://pubs.acs.org/subscribe/archive/ci/30/i12/html/12learn.html
http://www.dinosaurtheory.com/thick_atmosphere.html
http://books.google.com.sg/books?id=01EnRok7qtoC&pg=PA41
http://www.amnh.org/learn/pd/earth/pdf/evolution_earth_atmosphere.pdf http://scariestbookofalltime.blogspot.sg/2012/04/earth-has-lost-98-of-its-atmosphere-due.html



Dan ketebalan atmosfer merupakan faktor utama terkuat pelindung radiasi (medan magnet mungkin adalah faktor yang kedua)
http://phys.org/news/2013-11-cosmic-rays-zap-planet-chances.html

Medan magnet bumi pada jaman dinosaurus 3 kali lebih kuat dari jaman sekarang, ini berarti perlindungannya juga jauh lebih kuat, karena medan magnet melindungi bumi dari radiasi sinar kosmik yang berbahaya bagi mahluk hidup.

When the dinosaurs walked the Earth, the planet's magnetic field was three times stronger than it is today. It means the creatures would probably have seen amazing coloured lights in the night sky.
Referensi:
http://news.bbc.co.uk/2/hi/science/nature/1196652.stm

Kalau kita berasumsi bahwa kondisi inti bumi pada jaman Carboniferous sama dengan jaman dinosaurus maka pada jaman Carboniferous kemungkinan medan magnetnya juga sangat tinggi yang berarti perlindungan radiasi kosmis juga sangat tinggi.

Maka faktor-faktor yang kemungkinan mempengaruhi munculnya mahluk-mahluk hidup berfisik raksasa di jaman Carboniferous adalah :
  1. Tingginya kadar Oksigen (berpengaruh terhadap binatang dan manusia)
  2. Kemungkinan lapisan Ozone lebih tebal (menghalangi radiasi UV)
  3. Tingginya kadar Karbondioksida (berpengaruh terhadap tumbuhan)
  4. Kemungkinan lapisan Atmosfer lebih tebal (menghalangi radiasi sinar kosmis)
  5. Medan Magnet Bumi lebih kuat (menghalangi radiasi sinar kosmis)
Kemungkinan para leluhur Nephilim adalah manusia-manusia bumi yang berasal dari jaman Carboniferous. Dari artikel "Peradaban manusia kemungkinan sudah berusia trilyunan tahun" saya membeberkan kemungkinan adanya peradaban manusia ratusan juta dan bahkan trilyunan tahun yang lalu.

Apa indikasinya bahwa para manusia jaman Carboniferous mempunyai teknologi canggih?


Menurut penelitian kadar Oksigen 30% berefek meningkatkan kemampuan otak :



30% oxygen inhalation enhances cognitive performance through robust activation in the brain.

This study aimed to investigate whether inhalation of the air with 30% oxygen compared with normal air enhances cognitive functioning through increased activation in the brain. The verbal and visuospatial tasks were performed while brain images were scanned. The results showed that there were improvements in performance and also increased activation in several brain areas under the condition of 30% oxygen. These results suggest that a higher concentration of the inhaled oxygen increases the saturation of the blood oxygen in the brain, and facilitates cognitive performance.



Kadar Oksigen di periode akhir Carboniferous bahkan mencapai 35% jadi ada kemungkinan manusia-manusia pada jaman itu mempunyai otak yang sangat jenius dan mampu membangun peradaban berteknologi canggih.



Dari penelitian ilmiah disimpulkan bahwa mahluk hidup yang berukuran lebih besar bisa hidup lebih lama.
Referensi :

Juga disimpulkan bahwa mamalia yang mempunyai otak lebih besar bisa hidup lebih lama.
Referensi :

Karena para manusia Carboniferous berfisik raksasa maka mereka kemungkinan bisa hidup jauh lebih lama dibanding manusia modern, ini artinya para ilmuwan di jaman itu mampu melakukan riset penelitian lebih lama dan tentu ini akan juga berdampak ke tingkat kemajuan ilmu pengetahun dan teknologi yang mereka miliki.



Bukti lain adalah ditemukannya lempeng artifak buatan dari alumunium nyaris murni (yang tidak mungkin terdapat secara alami) di Vladivostok, Rusia yang berusia sekitar 300 juta tahun (periode Carboniferous). Referensi : http://kp.ua/daily/140113/374931/
http://tv.kp.ru/daily/26013/2936837/?cp=1







Apa yang menyebabkan leluhur para Nephilim meninggalkan bumi?

Kemungkinan penyebabnya adalah Carboniferous Rainforest Collapse yang terjadi sekitar 305 juta tahun yang lalu. Peristiwa ini ditandai dengan menurunnya secara drastis kadar CO2 dan juga temperatur bumi secara global. Kemungkinan besar hampir semua tanaman di waktu ini mengalami kepunahan.

Referensi :




Saya mempunyai hipotesa pribadi mengenai peristiwa ini, turunnya temperatur dan punahnya tanaman bisa dianalisa sebagai turunnya kadar energi yang dipancarkan matahari ke bumi.



DNA mahluk hidup menyerap dan memancarkan energi : Dr.Peter Gariaev menaruh sample DNA dalam sebuah container dan menyinarinya dengan LASER. Setelah diamati ternyata DNA berperilaku seperti menyerap cahaya jadi mirip seperti sponge yang menyerap air. Alexander Gurwitsch mengarah ujung bawang A ke arah bawang B yang lain dan ternyata di antara bawang2 yang dipelihara di lab, bawang B yang seperti mendapatkan energi dari bawang A dapat tumbuh lebih cepat. Fritz-Abert Popp menyinari benzo[a]-pyrene (sejenis carcinogen penyebab kanker) dengan sinar ultra violet dan ternyata benzo[a]-pyrene tersebut menyerap cahaya (pada panjang gelombang 380 nm) dan memancarkannya lagi dengan frekuensi yang berbeda. Popp juga mengamati bila DNA dikenai zat mematikan seperti ethidium bromide, ternyata sebelum mati DNA tersebut memancarkan cahaya. Dr. A.B. Burlakov mengadakan eksperimen dengan telur2 ikan. Pertama2 dia menaruh lebih banyak telur dewasa di depan telur2 muda. Ternyata telur2 dewasa itu menjadi lebih cepat tumbuh dan telur2 muda itu banyak yang mengalami cacat dan bahkan mati. Jadi energi (cahaya) telur2 muda tsb disedot habis oleh telur2 dewasa. Kemudian dia juga menaruh telur yang relatif lebih muda di sebelah telur yang relatif lebih dewasa. Ternyata telur yang relatif lebih muda menyerap energi dari telur yang relatif lebih dewasa sehingga menjadi cepat tumbuh. Jadi DNA menyerap dan memancarkan energi. Referensi : Chapter 9 "The Source of the Source Field" , The Source Field Investigation - David Wilcox http://www.mediafire.com/file/n779lf9q1rppplh/The_Source_Field_Investigations_-_Wilcock__David.pdf http://www.equilibrium-e3.com/images/PDF/Light%20Cancer%20and%20Fritz-Albert%20Popp.pdf



Dan kalau mahluk hidup menyerap energi dari matahari maka efeknya akan fatal bila kadar energi yang dipancarkan oleh matahari turun dengan drastis, efek-efek seperti cacat lahir, timbulnya banyak penyakit, turunnya tingkat kesehatan dsb bisa timbul oleh efek ini. Dan saya rasa karena hal itulah leluhur para Nephilim meninggalkan bumi.


Dan kalau analisa di atas benar maka energi yang dipancarkan oleh matahari pada saat itu turun dengan drastis. Saya pribadi menduga pancaran energi matahari itu adalah juga berupa gelombang energi gravitasi yang bersifat mendorong.


Berdasarkan analisa saya pribadi ada kemungkinan gaya gravitasi itu bersifat mendorong atau bisa kita namakan Gravity Push Force. Ini sesuai dengan kesaksian Bob Lazar seorang ilmuwan yang mengaku bekerja di Area 51 dan bertugas menganalisa cara kerja UFO yang sudah jatuh.




Bob Lazar menyatakan bahwa Gravity Generator dari UFO mempunyai efek dorong yang luar biasa sehingga bila dia melempar bola golf ke arahnya maka bola itu akan terpantul kembali.
Referensi :
http://www.gravitywarpdrive.com/Anti-Matter_Reactor.htm
When the hemispherical dome is installed over the reactor, the gravitational field can be felt. Bob Lazar described it as if he became a human magnet and he had the same magnetic polarity as the dome of the reactor. Recall that “like poles” of two magnets, either North Pole to North Pole or South Pole to South Pole, repel one another. As he moved toward the dome, he could feel a force attempting to push him away from the reactor. This was the repulsive gravitational field established by the reactor which was amplifying the Strong Nuclear Force of Element 115. Bob Lazar mentioned that he tried to hit the reactor hemispherical shell with a golf ball. When he threw the golf ball at the shell, it would bounce off before even physically striking the surface of the dome. The golf ball appeared to be striking a repulsive force field.

Saya pribadi menduga di dalam setiap planet ada semacam bola seperti matahari atau bisa kita sebut inner-sun. Inner-sun dan matahari sama2 memancarkan gravity push force, dalam keadaan normal gravity push force yang masuk ke bumi atau gpf-in selalu lebih besar dari gravity push force yang keluar dari bumi atau gpf-out, gpf-in>gpf-out. Inilah yang kita amati sebagai efek gaya tarik Gravitasi, walaupun sebenarnya selain gravitasi, efek tekanan atmosfer juga menarik benda2 ke arah bumi. Gpf-in terdiri dari kontribusi banyak benda langit karena bumi terletak sekitar di tengah2 galaksi bima sakti (radius galaksi bima sakti sekitar 60,000 tahun cahaya, sedangkan tata surya kita berjarak sekitar 27,000 tahun cahaya dari pusat galaksi bima sakti). Gpf-out berasal dari inner-sun dari dalam bumi.


Kontribusi Gpf dari matahari cukup berpengaruh karena relatif lebih terfokus dan mempunyai distribusi frekuensi yang relatif homogen. Karena itu bila energi Gpf dari matahari menurun efeknya adalah akan banyak kita lihat anomali-anomali aneh seperti benda-benda yang tiba-tiba melayang dengan sendirinya. (Kebalikannya kalau energi Gpf dari matahari naik drastis maka efek-efek seperti lubang-lubang di permukaan bumi atau sering dinamakan sink holes akan teramati seperti kita lihat di masa kini).


Kalau anomali-anomali ini terjadi sekitar 300 juta tahun yang lalu dan diamati oleh leluhur para nephilim yang kemungkinan besar merupakan para jenius maka hal ini akan mengilhami mereka untuk membuat wahana anti gravitasi. Dan kemungkinan wahana itulah yang membawa mereka ke luar bumi.



Kemana kira-kira tujuan leluhur para Nephilim?



Menurut saya pribadi kemungkinan tujuan leluhur para Nephilim adalah sistem bintang Sirius yang diperkirakan mempunyai 3 bintang dan berjarak sekitar 8.6 tahun cahaya (dan pada saat itu sekitar 300 juta tahun yang lalu sudah terbentuk). Secara logis leluhur para Nephilim akan memilih sistem bintang terdekat yang mempunyai jumlah bintang yang relatif banyak (memancarkan relatif lebih banyak energi).



Referensi :

Dari referensi bible kita mengetahui bahwa para Leluhur Nephilim menyukai wanita-wanita bumi yang mempunyai kulit putih, ini menimbulkan dugaan bahwa para Leluhur Nephilim itu berkulit putih Referensi : http://www.biblegateway.com/passage/?search=Genesis+6%3A1-8&version=KJV Genesis 6:1-8 King James Version (KJV) 2 That the sons of God saw the daughters of men that they were fair; and they took them wives of all which they chose. Berdasarkan analisa saya dalam artikel "Mengungkap Asal Usul Alien Blond (Analisa manusia berkulit putih, bermata biru dan berambut pirang" dapat disimpulkan bahwa Alien Blond berkulit putih karena sedikit mempunyai zat Melanin di dalam kulit akibat kurang terkena paparan sinar Ultra Violet.

Dan menariknya para Leluhur Nephilim kemungkinan hidup pada masa 300 juta tahun yang lalu dimana temperatur sangat rendah (sangat dingin temperatur rata2 global pada saat itu mendekati 0 derajat celcius, sekarang temperatur rata2 global sekitar 15 derajat celcius) dan kadar Oksigen sangat tinggi (35%, sekarang hanya 20%). Kadar Oksigen(O2) yang sangat tinggi kemungkinan juga mengakibatkan kadar Ozone (O3) yang juga sangat tinggi, karena O3 berasal dari O2 yang terkena radiasi Ultra Violet C. Kadar Ozone(O3) yang sangat tinggi akan mengakibatkan tingginya proteksi terhadap Ultra Violet A dan B sehingga manusia2 (Leluhur Nephilim) kurang terkena paparan UV A dan B, akibatnya zat Melanin di kulit mereka sangat rendah dan kulit mereka menjadi berwarna putih.

Jadi kemungkinan Leluhur Nephilim itu berkulit putih, bermata biru dan berambut kuning.


Ketidakmampuan menahan sinar UV (karena rendahnya kadar Melanin) ini juga bisa mengindikasikan tujuan Leluhur Nephilim berdasarkan radiasi UV yang dipancarkan oleh Bintang (tingkat radiasi UV sebanding dengan temperatur Bintang, dalam hal ini maka Bintang Kelas O dgn temperatur > 33,000 K memancarkan UV yang paling tinggi).

Referensi :

 Tipe Bintang K dan M sama sekali tidak memancarkan UV  :
  • Sistem Bintang Kelas K - Orange (Bintang Oranye)
  • Sistem Bintang Kelas M - Red (Bintang Merah)

Dan kemungkinan besar bintang Sirius C (dalam sistem bintang Sirius) adalah Bintang Merah (Red Dwarf).
Referensi :

Jadi kemungkinan tujuan Leluhur Nephilim adalah Sirius C.

Hipotesa pribadi saya :
Sekitar 305 juta tahun yang lalu leluhur para Nephilim meninggalkan bumi karena bencana global yang disebabkan oleh turunnya kadar energi yang dipancarkan oleh matahari yang mengakibatkan turunnya temperatur di bumi secara drastis dan punahnya tumbuhan karena tidak bisa melakukan fotosintesis (ini berakibat turunnya kadar CO2 secara drastis).
Leluhur para Nephilim meninggalkan bumi menuju sistem bintang Sirius yang hanya berjarak 8.6 tahun cahaya dan mempunyai 3 buah bintang. Dibentuklah koloni-koloni manusia di sistem bintang Sirius. Seiring dengan berjalannya waktu karena kondisi lingkungan di sistem bintang Sirius mungkin berbeda kemungkinan besar fisik para leluhur Nephilim ini pelan-pelan menyusut mengecil.
Sekitar 250 juta tahun yang lalu para manusia langit ini kembali ke bumi dan mengadakan perkawinan dengan manusia-manusia bumi (yang juga sudah mempunyai fisik yang lebih kecil akibat kondisi lingkungan yang sudah berubah, antara lain kadar Oksigen sekitar 250 juta tahun yang lalu hanyalah sekitar 15% - sebagai perbandingan kadar Oksigen sekarang sekitar 20%). Akibatnya gen pembawa fisik raksasa dari kedua pihak aktif kembali dan muncullah manusia-manusia raksasa. Selain itu para manusia langit ini membawa teknologi canggih yang pada akhirnya mengakibatkan para manusia bumi melakukan perang saudara yang merusak bumi secara global. Karena kezaliman manusia bumi terhadap sesama dan terhadap lingkungan bumi secara keseluruhan maka di jaman Nabi Nuh AS diturunkanlah bencana banjir bah global oleh Allah SWT.

Hal-hal ini kemungkinan bisa membuka cerita asli Anunaki-Nibiru dari Sumeria yang diceritakan kembali oleh Zecharias Sitchin secara sangat keliru.
Kalau kita lihat maka sebenarnya Leluhur Anunaki (Anu=Langit, Ki=Bumi, Anunaki=Anak2 Langit dan Bumi) berdasarkan referensi mitolosi sumeria adalah Leluhur Nephilim berdasarkan referensi bible.

Dan planet Nibiru yang disebut Zecharias Sitchin sebagai asal dari Leluhur Anunaki sebenarnya adalah planet yang terletak dalam sistem bintang Sirius C.
Referensi :
http://www.darkstar1.co.uk/ds12.html

Kemungkinan bahwa salah satu berhala pada jaman Nabi Nuh AS yang disebutkan dalam Al-Qur'an yaitu "Wadd" adalah lambang dari "sons of the sky" atau leluhur Nephilim.
Karena Wadd bisa diartikan "Heaven/Langit" dan disembah dalam bentuk patung seorang laki2. Menariknya Wadd juga bermakna "Love and Friendship", ini juga pesan yang dibawa para alien dari grup Akrij W56 yang berjumpa dengan beberapa kelompok orang di Italia atau yang lebih dikenal dengan "Friendship Case".

Referensi :

http://en.wikipedia.org/wiki/Wadd  
http://en.wikipedia.org/wiki/Sin_(mythology)
wadd (Heaven/Man) ----- Wadd (Arabic) "Love and Friendship", known variously as Ilumquh, Amm and Sin, was the Minaean pagan moon god. Snakes were believed to be a sacred symbol to Wadd. He is mentioned in the Qur'an (71:23) as a deity of the time of the Prophet Noah. And they say: By no means leave your gods, nor leave Wadd, nor Suwa'; nor Yaghuth, and Ya'uq and Nasr. (Qur'an 71:23) The Temple dedicated to Wadd was demolished on the orders of Muhammad, and those who resisted the demolition were killed, in the Expedition of Khalid ibn al-Walid (2nd Dumatul Jandal).

http://www.freebookstoread.com/koran09b_79.htm 
http://books.google.com.sg/books?id=QCwIAAAAQAAJ&pg=PA275
Wadd was supposed to be the heaven, and was worshipped under the form of a man by the tribe of Calb in Daumat al Jandal

The Friendship Case
http://www.bibliotecapleyades.net/vida_alien/alien_contact45.htm http://www.bibliotecapleyades.net/vida_alien/alien_contact36.htm http://topdocumentaryfilms.com/friendship-case/

Foto Kenio (tinggi 2.4 m) salah satu anggo kelompok Akrij W56  :


http://www.ufosightingsdaily.com/2011/05/entrance-to-alien-base-at-rocca-pia.html

Kaum Aad dalam Al-Qur'an juga diindikasikan mempunyai fisik raksasa. Lebih lengkapnya mengenai kaum Aad bisa dilihat di artikel "Kaum Aad, Menara Babel, Atlantis dan kaum Tsamud".


Untuk menganalisa lebih dalam mengenai kaum Aad mari kita lihat ayat-ayat mengenai kaum Aad di dalam Al-Qur'an :
Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan. (QS Al-A'raf:69)

Adapun kaum 'Aad maka mereka menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dan berkata: "Siapakah yang lebih besar kekuatannya dari kami?" Dan apakah mereka itu tidak memperhatikan bahwa Allah Yang menciptakan mereka adalah lebih besar kekuatan-Nya daripada mereka? Dan adalah mereka mengingkari tanda-tanda (kekuatan) Kami. (QS Al-Fushilat:15)

Jadi kaum Aad adalah kaum yang berfisik raksasa yang menggantikan kaum Nabi Nuh AS, artinya masa kaum Aad kemungkinan adalah setelah masa 250 juta tahun yang lalu atau setelah masa banjir bah.

Sekitar 95-85 juta tahun yang lalu kadar Oksigen mencapai tingkat yang lumayan tinggi  yaitu sekitar 30% (sekarang hanya 20%)  sangat mungkin bahwa pada saat itulah kaum Aad mulai muncul di muka bumi. Karena fisik raksasa antara lain dipengaruhi oleh kadar Oksigen.

Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/File:Sauerstoffgehalt-1000mj2.png


























Sebagai perbandingan salah satu dinosaurus terbesar yaitu Argentinosaurus yang mempunyai panjang sekitar 35 meter dan berat sekitar 100 ton muncul sekitar 96–94 juta tahun yang lalu (memang dinosaurus terbesar Amphicoelias Fragillimus diperkirakan muncul di akhir jaman Jurassic sekitar 150 juta tahun yang lalu, namun setelah itu ada bencana kepunahan massal dan evolusi pertumbuhan dinosaurus kemungkinan besar dimulai dari awal lagi).
Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Argentinosaurus_huinculensis
http://dinosaurs.wikia.com/wiki/Argentinosaurus










Dalam  artikel "Kaum Aad, Menara Babel, Atlantis dan kaum Tsamud" dipaparkan bahwa kemungkinan kaum Aad yang membuat menara tertinggi di bumi yaitu menara babel yang kemungkinan mempunyai tinggi sekitar 2500 meter.  Untuk bisa membuat menara setinggi 2500 meter tentu saja kaum Aad harus mempunyai ilmu pengetahuan dan teknologi yang canggih, adakah bukti bahwa kaum Aad mempunyai kemampuan seperti itu?

Seperti halnya manusia Carboniferous yang saya duga mempunyai tingkat kecerdasan yang tinggi akibat kadar Oksigen sekitar 35% pada saat itu, maka di jaman kaum Aad sekitar 95-85 juta tahun yang lalu kadar Oksigennya juga cukup tinggi yaitu sekitar 30%. Jadi ada kemungkinan kaum Aad juga mempunyai tingkat kecerdasan yang cukup tinggi sehingga bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi yang cukup untuk membangun menara babel dengan tinggi sekitar 2500 meter.

Kemungkinan besar kaum Aad menggunakan kelebihannya dalam ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjajah kaum-kaum lainnya di muka bumi ini seperti diindikasikan dalam Al-Qur'an :

Al-Qur'an Asy-Syu'araa (128-130)
128. Apakah kamu mendirikan pada tiap-tiap tanah tinggi bangunan untuk bermain-main
129. dan kamu membuat benteng-benteng dengan maksud supaya kamu kekal (di dunia)?
130. Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu menyiksa sebagai orang-orang kejam dan bengis.


Informasi dari Bible bahwa pada masa Peleg Bumi terbagi-bagi :















Menurut referensi bible di masa Peleg, Bumi terbagi-bagi, Peleg adalah anak dari Eber, Eber anak dari Salah, Salah anak dari Arpachsad, Arpachsad anak dari Shem (Sam Bin Nuh). Jadi Peleg menurut Bible adalah keturunan kelima dari Nabi Nuh AS

"Menurut  Genesis 10:25 dan 1 Chronicles 1:19, pada masa Peleg Bumi terbagi-bagi"

According to Genesis 10:25 and 1 Chronicles 1:19, it was during the time of Peleg that "the earth was divided".

Dari artikel  "Misteri jaman Nabi Nuh AS (bagian 2 - Hipotesa Alternatif)" kita mengetahui masa Nabi Nuh AS itu adalah sekitar 250 juta tahun yang lalu, pada masa itu bumi terdiri dari satu benua super besar (super continent) yang bernama Pangea. Pangea terpecah dalam 3 fase besar yaitu :
1.Pada masa Early-Middle Jurassic sekitar 175 juta tahun yang lalu
2.Pada masa Early Cretaceous sekitar 150-140 juta tahun yang lalu
3.Pada masa Cenozoic (Paleocene ke Oligocene) sekitar 60-55 juta tahun yang lalu

Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Peleg#.22And_the_Earth_was_divided.22
https://www.mun.ca/biology/scarr/139412_Pangaea_rotated.jpg
http://en.wikipedia.org/wiki/Pangaea#Rifting_and_break-up


Kemungkinan masa Peleg itu adalah 60-55 juta tahun yang lalu pada saat Pangea mengalami fase akhir pemisahan. 

Dari artikel "Kaum Aad, Menara Babel, Atlantis, Atlas, Adityas (Devas) dan kaum Tsamud" dapat diambil kesimpulan bahwa masa kaum Aad adalah masa dibangunnya Menara Babel (Pilar-pilar Iram) oleh Nimrod Bin  Kush Bin Ham Bin Nuh. Menurut referensi bible Nimrod adalah keturunan ketiga dari Nabi Nuh AS sedangkan Peleg adalah keturunan kelima dari Nabi Nuh AS. Jadi masa Peleg itu terjadi setelah masa Nimrod (kaum Aad) dan ini sepertinya memang benar, dari argumen-argumen di atas didapati bahwa:

  • Masa Nimrod (kaum Aad) sekitar 95-85 juta tahun yang lalu
  • Masa Peleg adalah sekitar 60-55 juta tahun yang lalu 

Ada informasi dari ahli paleontologi Rusia Igor Baronov yang menyatakan di Rusia ditemukan fosil-fosil dinosaurus yang berusia sekitar 60 juta tahun dan terindikasi adanya bekas-bekas potongan yang sangat presisi seperti dipotong LASER serta ada bekas-bekas lubang seperti dihantam peluru.  Dalam artikel yang asli disebutkan aksi-aksi itu mungkin dilakukan oleh alien namun yang lebih masuk akal dan sangat mungkin adalah aksi-aksi tersebut dilakukan oleh para manusia keturunan dari kaum Aad.

Referensi :
https://web.archive.org/web/20130702000241/http://www.ufo-bbs.com/txt1/438.htm

Pada masa dinosaurus, bangsa alien dengan kendaraan UFO mereka telah memusnahkan dinosaurus dalam “pertandingan berburu terbesar” klaim seorang peneliti top.“Para alien mendeklarasikan dan mengumumkan ‘musim berburu dinosaurus‘ pada 60 juta tahun lalu itu dan menyapu bersih seluruh spesies dalam kurun waktu beberapa ribu tahun”, menurut ahli paleontologi Rusia Igor Baronov.Baronov mengatakan, “Penelitian telah membuktikan bahwa dinosaurus terakhir berhubungan dengan nenek moyang burung, bukan reptil seperti yang diduga sebelumnya.”Jutaan tahun lalu Reptile Alien sudah di Bumi bersama dinosaurus (foto courtesy: Canadian Museum of Nature, Ottawa, Canada)“Bagi alien, dinosaurus sangat besar, enak dan nikmat seperti daging ayam”, ia menyimpulkan.Mereka berburu dan membantai jutaan ton daging dinosaurus per tahun dan dikirim ke planet mereka untuk dikonsumsi sebagai hidangan yang lezat dan bergengsi.Pembantaian itu pada dulu kala, hampir serupa dengan di Amerika saat orang Eropa baru datang lalu berburu banteng Bison. Waktu itu para pendatang dari benua Eropa tersebut mulai berdatangan ke tanah Amerika dan berburu banteng bison secara besar-besaran hingga hewan ini menjadi hewan yang terancam punah.Pernyataan Baranov berdasarkan teori penelitiannya yang mantap dan baik selama 20 tahun dan teori itu diperkuat lagi dengan ditemukannya “kuburan masal” dinosaurus yang ditemukan di wilayah utara Rusia dan juga di daerah Siberia. Kuburan masal itu berada di kutub utara yang selalu membeku sejak jutaan tahun lalu.Kuburan masal dinosaurus itu telah ditemukan di suatu pulau es terpencil dibelahan kutub utara yang sudah sangat lama selalu membeku dan tidak pernah cair.“Kami telah menemukan ratusan tulang dinosaurus yang telah terindentifikasi berupa bekas luka dari pemotongan menggunakan alat yang sangat tajam dan bekas pemotongan dengan menggunakan semacam laser dan ini semua adalah fakta”, jelas Baronov.Luka dari pengirisan daging dinosaurus ini juga teridentifikasi dilakukan dengan sangat bersih, terampil dan efisien. Tim Baronov juga mendapatkan ratusan tengkorak dinosaurus yang dipersiapkan sebagai layaknya trophy.“Nyaris semua tengkorak kepala dinosaurus telah dirusak oleh hantaman sesuatu yang berkecepatan tinggi, dapat meledak berupa proyektil dan semua itu mirip seperti layaknya peluru di zaman ini”, lanjut Baronov.“Saya menduga bahwa dinosaurus dengan perilaku yang jauh lebih lembut dibunuh secara lebih manusiawi, bahkan tidak seperti cara kita membunuh sapi disaat ini di tempat penjagalan. Dan pulau ini adalah salah satu tempat penjagalan mereka (alien)”, tambah Baronov.Badan sisa dinosaurus lainnya juga ditemukan di berbagai tempat. Ini mengidikasikan bahwa para alien juga membantai dinosaurus dengan cara olah raga layaknya berburu (sport). Terutama jenis predator pembunuh besar raksasa seperti Tyrannosaurus rex.Terlihat dinosaurus jenis Tyrannosaurus Rex sedang melawan kendaraan dari pasukan AlienAda tanda-tanda juga, bahwa para alien mengangkut hidup-hidup beberapa jenis spesies dinosaurus ke tempat mereka sebagai bibit untuk dikembang-biakkan.“Jenis dinosaurus yang dibawa pulang ini mungkin dari jenis yang jauh lebih jinak dan termudah untuk berkembang biak dibandingkan dari sekian banyak jenis dinosaurus lainnya”, Baronov berspekulasi.Mereka (para alien) mulai melakukan penangkapan ini pada tahap selanjutnya, ketika mereka menyadari bahwa mereka akan memusnahkan dinosaurus.Para ahli paleontologi lainnya dari seluruh dunia telah menyetujui studi dan data Baronov tersebut dan akan mengunjungi pulau di Artic tempat penjagalan tersebut.“Ketika selama ini kami telah memburu dan mengumpulkan semua spesies hewan yang ada dari seluruh muka Bumi, saya kira teori Baronov ini masuk akal”, kata Buy Harris seorang pakar dari Inggris.Teori pemusnah massal dinosaurus yang selama ini masih terpakai adalah karena hantaman asteroid terhadap Bumi.Dan teori ini telah menjadi patokan dan telah masuk ke pelajaran-pelajaran sekolah di seluruh penjuru dunia.Jadi, benarkah dugaan yang selama ini masih berlaku bahwa asteroid yang diyakini sebagai pemusnah dinosaurus 65 juta tahun lalu ternyata hanyalah teori yang salah?Jika telah terlihat dari fakta-fakta yang ada bahwa dinosaurus memang punah bukan karena asteroid, namun karena diburu dan di”panen” oleh alien maka mungkinkah teori ini akan masuk ke sekolah juga?



Sebagai tambahan kemungkinan bukti peninggalan teknologi kaum Aad, ada juga kisah kontroversial mengenai Pyramid Crimea, Ukrania (daerah sebelah utara Laut Hitam) yang diperkirakan berumur 65 juta tahun :



























Seorang ilmuwan Ukrania Vitalii Goh pada saat melakukan eksperimen dalam pencarian air menemukan sebuah Pyramid di bawah tanah di daerah Crimea yang berlokasi di bagian sebelah utara Laut Hitam. Pyramid Crimea tersebut mempunyai ukuran alas 72m x 72 m dengan tinggi 45m. Namun yang menariknya adalah Vitalii Goh menyatakan bahwa umur Pyramid tersebut sekitar 65 juta tahun yang berarti ada di jaman dinosaurus. Penemuan lain yang juga menarik adalah di bawah dasar Pyramid ditemukan sebuah sosok mumi kecil dengan panjang 1.3-1.4m dengan mahkota di kepalanya. 

Referensi :
http://qha.com.ua/world-s-oldest-pyramid-found-in-crimea-116152en.html
http://gokh.narod.ru/otkr2-e.html
http://earth-chronicles.ru/news/2012-09-08-30246
http://www.day.kiev.ua/ru/article/obshchestvo/piramidy-v-krymu
http://www.youtube.com/watch?v=Us-aMbxdwn4
http://www.european-pyramids.eu/wb/pages/european-pyramids/ukraine/crimea.php
http://www.odessafx.com/2012/02/mysterious-crimean-pyramids/

Dimanakalah lokasi pusat peradaban kaum Aad?

Dalam artikel "Kaum Aad, Menara Babel, Atlantis dan kaum Tsamud"  saya menganalisa adanya hubungan antara Kaum Aad, Menara Babel dan Atlas/Atlantis.

Menurut referensi bible lokasi dari menara babel adalah arah timur dari tempat pemukiman keturunan Nabi Nuh AS. Tempat ini bernama "Shinar" ini sangat mirip dengan kata bahasa Melayu "Sinar" dan juga nama "Iram" (kota tempat kaum Aad)  dalam bahasa yahudi juga berarti "bersinar" (shining). Ini suatu kebetulan yang menarik ...



Genesis Chapter 11

1 And the whole earth was of one language and of one speech.

2 And it came to pass, as they journeyed east, that they found a plain in the land of Shinar; and they dwelt there.

3 And they said one to another: 'Come, let us make brick, and burn them thoroughly.' And they had brick for stone, and slime had they for mortar.

4 And they said: 'Come, let us build us a city, and a tower, with its top in heaven, and let us make us a name; lest we be scattered abroad upon the face of the whole earth.'

Dimanakah tempat pemukiman keturunan Nabi Nuh AS setelah banjir besar? Dari bible ada referensi gunung Ararat, dari Al-Qur'an ada referensi gunung Judi, tapi letak pastinya sampai saat ini masih belum bisa ditentukan.

Menurut mitologi india "Vaivasvata Manu" (yang mirip dengan cerita Nabi Nuh AS) setelah banjir besar, bahtera Manu terdampar di atas pegunungan "MALAYA" (Ancient Super Volcano Toba?).
http://en.wikipedia.org/wiki/Manu_(Hinduism)
"According to the Matsya Purana, his boat was perched after the deluge on the top of the Malaya Mountains ... "
Namun bisakah dipercaya sumber yang berasal dari India ini? Dalam artikel Misteri Jaman Nabi Nuh AS Bagian Kedua Hipotesa Alternatif" dapat diambil kesimpulan bahwa peristiwa Banjir Bah Nabi Nuh AS terjadi sekitar 250 juta tahun yang lalu, dan satu-satunya mitologi di muka bumi ini yang menceritakan kejadian Banjir Bah sekitar ratusan juta tahun yang lalu hanyalah mitologi Manu dari India. Namun apakah peradaban manusia sudah muncul ratusan juta tahun yang lalu? Dalam artikel "Peradaban Manusia kemungkinan sudah berusia trilyunan tahun" dibahas mengenai kemungkinan dimulainya peradaban manusia trilyunan tahun yang lalu.

Kata MALAYA diduga berasal dari kata  "malaia" dari bahasa Dravida yang berarti bukit atau "pegunungan". 
Di Al-Qur'an disebutkan bahtera Nabi Nuh AS berlabuh di Judiyy. Salah satu tafsir arti kata Judiyy adalah "pegunungan".


Sebagai tambahan referensi Melayu atau Malayu adalah nama sebuah kerajaan kuno yang terletak di mulut sungai Batang Hari, Propinsi Jambi. Kata Malayu sendiri ditemukan pada sebuah patung di Padang Rocore yang diperkirakan berasal dari tahun 1286 M. Di dalam catatan2 kuno Cina pada periode sekitar abad ke-7 Masehi ditemukan  kata "Mo-lo-yeu", di catatan2 yang lain ditemukan kata "Ma Li Yi Er" dan "Wu Lai Yu". Marco Polo juga mereferensikan sebuah daerah di bagian selatan Semenanjung Melayu sebagai "Malauir"

Dan sebenarnya bila dilihat secara geologis kepulauan Malaya (Sumatera) memang sudah terbentuk sekitar 250 juta tahun yang lalu seperti terlihat pada gambar dan referensi link di bawah :

Referensi :
http://www.scotese.com/newpage5.htm



Kemungkinan yang dimaksud dengan Gunung Malaya adalah Gunung Purba Super Volcano Toba. Sekitar 75,000 tahun yang lalu Super Volcano Toba mengeluarkan letusan yang nyaris memusnahkan populasi manusia di bumi. Itu baru sekitar 75,000 tahun yang lalu, bayangkan ukuran fisik Ancient Super Volcano Toba sekitar 250 juta tahun yang lalu. Menariknya legenda Samosir di danau Toba juga menceritakan mengenai banjir besar dan hubungannya dengan ikan mirip dengan mitologi manu di India.

Namun Malaya adalah juga nama pulau (dan juga nama gunung) tempat kerajaan Alengka Rahwana berada

Kemungkinan cerita Ramayana adalah kisah nyata sudah pernah dibahas pada artikel "Era Treta Yuga (Kisah Ramayana dan Perang antar planet Devas-Ashuras)". Menariknya dalam kisah Ramayana disebutkan mengenai keberadaan sejenis wahana terbang yang bernama "Pushpaka".

Namun tahukah anda bahwa kemungkinan pulau Alengkanya Rahwana itu adalah pulau Sumatera?

Sumatera(MALAYA DVIPA?) terdapat dalam teks Vayu Purana, dan kerajaan Ravana disebutkan terletak di MALAYA DVIPA. Di MALAYA DVIPA (Pulau Melayu=Sumatera) terdapat MALAYA MOUNTAIN (Pegunungan Malayu = Supervolcano Toba?).

http://books.google.com/books?id=os1wPNHRrbEC&pg=PA70
In the Vayu Purana (Bhuvanavinyasa, ch.48), the author describes the six isles round about Jambu Dvipa, as follows :
(i)Anga Dvipa, (ii)YAVA DVIPA, (iii)MALAYA DVIPA, (iv)Kusa Dvipa, (v)Sankha Dvipa and (vi)Varaha Dvipa. The third in the above list, viz., MALAYA DVIPA is further described in verses 20-30 of the same chapter.It is said about this island that there are many gold mines there and the population consist of several classes of Mlecchas. There is a great mountain named Malaya containing silvermines. Heavenly bliss is obtained on the mountain on every Parva or Amavasya day. The famous Trikuta mountain is also situated on this island. The mountain is very extensive and has several beautiful valleys and summits. The great city called Sri Lanka is founded on one of the slopes of this mountains. Its length is hundred Yojanas while its breadth is 30 Yojanas. To The east of this island lies a great Siva temple in a holy place called Gokarna.


Pulau Srilangka yang sekarang dianggap adalah tempat kerajaan Ravana sebenarnya tidak memenuhi kriteria ukuran, karena kerajaan Alengka Ravana mempunyai panjang sekitar 1288 km. Pulau Sumatera lebih masuk akal dalam hal ini.

http://en.wikipedia.org/wiki/Lanka
The Ramayana, as also several other surviving Hindu texts, clearly state that Ravana's Lanka was situated 100 Yojanas (800 miles or around 1288 kilometres) away from mainland India. 

The city itself is described as being 100 Yojanas (800 miles or 1288 kilometres) long and 30 Yojanas (240 miles or 386.4 kilometres) in breadth.

Dalam artikel "Hipotesa asal-usul manusia kera" saya memperkirakan bahwa peristiwa Ramayana terjadi sekitar 2 juta tahun yang lalu. Dugaan saya pada waktu itu kepulauan Nusantara sudah terbentuk seperti sekarang namun Semenanjung Melayu terendam di bawah laut, Semenanjung Melayu inilah yang kemudian dinaikkan permukaannya dan dibuat sebagai jembatan agar bisa mencapai Alengka (Sumatera/Malaya). Ada peta perkiraan geologis yang memperkirakan kondisi sekitar 14 juta tahun yang lalu dan di masa itu memang sebagian Semenanjung Melayu berada di bawah laut dan karenanya sangat mungkin bahwa masa setelah itu yaitu sekitar 2 juta tahun yang lalu Semenanjung Melayu memang terendam di bawah laut. Berikut peta dan dan referensi link nya :

Referensi :


Keberadaan kaum raksasa dalam hal ini kaum Rahwana bisa juga diindikasikan dengan keberadaan jejak tapak kaki dengan ukuran sekitar 5 meter yang terletak di Tapak Tuan, Aceh Selatan.

Referensi :
http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2012/06/23/pantai-legenda-di-aceh-selatan-466553.html



Mitologi Batara Guru di Nusantara terdapat di suku Batak, Luwu Sulawesi Barat dan Jawa. Di ketiga tempat tersebut Batara Guru disebut sebagai pembimbing dan pendiri peradaban manusia. Mengapa mitologi Batara Guru bisa ada di 3 tempat tersebut di atas? Jawaban dari pertanyaan tersebut mungkin bisa sangat bervariasi, namun saya menemukan bahwa sekitar 85 juta tahun yang lalu Pulau Sumatera, Jawa dan Sulawesi Barat memang sudah menyatu :



Di Jawa Batara Guru merupakan perwujudan dari Shiva, Shiva sendiri merupakan tokoh penting dalam mitologi India. Namun di teks kuno Rig Veda India tidak terdapat tokoh Shiva, yang ada adalah Rudra karena itu banyak yang menganggap Rudra adalah Shiva. Rudra sendiri dilambangkan oleh bintang Sirius.  Tokoh Rudra dari India ini sering dianggap sama dengan tokoh Apollo dari Yunani.
Tokoh Nommo dari Suku Dogon, Mali juga diceritakan berasal dari bintang Sirius. Tokoh Nommo ini merupakan pembimbing dan pendiri peradaban manusia. Di Sumeria/Babylon ada tokoh2 Apkallu yang juga merupakan pembimbing raja-raja. Salah satu tokoh ini adalah Oannes atau Uanna yang digambarkan merupakan manusia berpakaian ikan. Tokoh Oannes dan Nommo dianggap oleh banyak orang merupakan tokoh yang sama. Menariknya deskripsi manusia berpakaian ikan ini mungkin mendeskripsikan pakaian space-suit para space visitors seperti yang digambarkan dalam kasus Antonio Villas Boas.

Bukankah sangat kebetulan sekali bahwa bersatunya pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi Barat untuk pertama kalinya terjadi pada saat 85 juta tahun yang lalu dimana kadar Oksigen mencapai 30%. Dan kadar Oksigen yang tinggi ini juga sebagai penanda munculnya kaum Aad di muka bumi ini.

Menariknya semua indikasi mengarah ke Nusantara, dari mulai lokasi tempat peradaban keturunan Nabi Nuh dimulai kembali sampai ke lokasi menara babel sepertinya semua berada di Nusantara.

Dan ternyata  secara kebetulan "Long Iram"  adalah nama tempat di Kalimantan yang dilewati garis Khatulistiwa 

Di sebutkan di dalam Al-Qur'an bahwa kota kaum Aad disebut sebagai kota "Iram" dan terkenal karena bangunan-bangunan pilarnya yang sangat tinggi dan belum pernah dibangun oleh bangsa manapun di muka bumi ini :
Al-Qur'an Surat Al-Fajr (6-8)
6. Apakah kamu tidak memperhatikan bagaimana Tuhanmu berbuat terhadap kaum 'Aad?
7. (yaitu) penduduk Iram yang mempunyai bangunan-bangunan yang tinggi,
8. yang belum pernah dibangun (suatu kota) seperti itu, di negeri-negeri lain,

Referensi :
http://quran.com/89/


89:6
Sahih International
Have you not considered how your Lord dealt with 'Aad -
89:7
Sahih International
[With] Iram - who had lofty pillars,
89:8
Sahih International
The likes of whom had never been created in the land?

Kaum Aad dalam Al Qur'an disebutkan terkenal dengan Pilar-Pilarnya yang sangat tinggi yang belum pernah dibuat sebelumnya di muka bumi. Deskripsi ini mirip dengan kisah Tower of Babel yang dalam kitab Jubilee disebutkan mempunyai tinggi sekitar 2500 meter. Nama kota kaum Aad adalah Iram yang bisa diartikan sebagai bercahaya. Lokasi Tower of Babel adalah di sebuah tempat yang bernama Shiinaar (yang dalam bahasa Melayu juga berarti bercahaya) yang terletak di arah timur tempat kaum Nabi Nuh AS bermukim setelah banjir besar. Dengan acuan bahwa pegunungan Malaya ada di Sumatera maka lokasi Iram seharusnya berada di sebelah timur pulau Sumatera. Pulau Kalimantan berada di sebelah timur pulau Sumatera, dan kebetulan Long Iram adalah juga nama suatu tempat di Kalimantan yang dilewati garis Khatulistiwa.

Ini diperkuat dengan informasi bahwa terjemahan dari "Aji Saka" adalah Raja Pilar

Menurut mitologi jawa Aji Saka adalah pendiri peradaban manusia di pulau Jawa. Salah satu terjemahan Aji Saka adalah, Aji berarti Raja dan Saka berarti Pilar. Pilar sendiri sangat erat kaitannya dengan Atlas/Atlantis juga dengan kaum Aad.

Lapisan Trophosphere merupakan 80% dari keseluruhan massa Atmosfer. Dan lapisan Troposphere lebih tebal di daerah khatulistiwa. Berdasarkan informasi ini seharusnya jumlah distribusi Oksigen juga lebih banyak di daerah khatulistiwa. Kita tahu bahwa ada kemungkinan faktor kadar Oksigen (30% sekitar 85 juta tahun yang lalu) mempengaruhi fisik raksasa dan kecerdasan kaum Aad. Mungkinkah ini satu lagi bukti bahwa kaum Aad berlokasi di daerah khatulistiwa?

Referensi :
http://en.wikipedia.org/wiki/Troposphere

"The troposphere is the lowest portion of Earth's atmosphere. It contains approximately 80% of the atmosphere's mass and 99% of its water vapour and aerosols."
...
"The troposphere is thinner at the poles and thicker at the equator. The average thickness of the tropical tropopause is roughly 7 kilometers greater than the average tropopause thickness at the poles."


Demikian penuturan saya, semua ini hanya hipotesa perkiraan belaka, hanya Allah SWT lah
yang Maha Tahu ...
(bersambung ...)